Pertama Kali

Yang Paling

Sejarah

Recent Posts

Asal Usul Nama Suku 'Betawi'

Add Comment
Asal Usul Nama Suku 'Betawi' -  Jakarta identik dengan suku bangsa Betawi sebagai penduduk aslinya. Etnik ini telah lama bermukim dan beranak pinak di ibu kota.

Sejak era Gubernur Ali Sadikin, Betawi telah menjadi ikon Jakarta, tapi dari manakah nama Betawi?

Banyak orang sering mengucapkan nama Betawi tapi hanya sedikit masyarakat tahu asal muasal kata ini. Penafsiran pun banyak mengemuka termasuk cerita perang antara tentara belanda melawan pribumi. Pada saat perang berlangsung, tentara Belanda dengan persenjataan lengkap menghalau warga pribumi yang ingin menduduki benteng Belanda.


Namun, serangan berhenti karena persediaan senjata habis. Pejuang pribumi lantas mengganti senjata mereka dengan kotoran manusia, hingga membuat serdadu Belanda terganggu dengan bau menyengat dan berkata 'bau tai'. Banyak yang meyakini kata itu adalah asal usul nama Betawi muncul.

Tapi pengertian tersebut ternyata salah besar. Hal itu sengaja diciptakan penjajah untuk meremehkan orang-orang pribumi di Jakarta.

"Karena seperti yang kita tahu bersama, benteng hancur dengan meriam jika menggunakan logika lemparan paling cuma 50 meter paling jauh. Ada kesan orang kita dianggep bodoh kalau percaya gituan," kata budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra saat berbicang dengan merdeka.com, Rabu (30/9).

Selain 'bau tai', masih ada berbagai versi lain yang menceritakan asal mula kata Betawi. Salah satu yang paling banyak dipercaya adalah tanaman bernama cassia glauca, atau Wiulingin Betawi alias ketenteng dalam bahasa Betawi. Versi ini lebih dipercaya mengacu dari banyaknya nama jalan menggunakan nama pepohonan.

"Banyak nama jalan dari nama pohon kaya kebon nanas, kebon kacang karena itu saya berasumsi Betawi dari nama pohon," tutupnya.(Asal Usul)

Asal Usul Warga Lamongan Pantang Makan Ikan Lele

Add Comment
Asal Usul Warga Lamongan Pantang Makan Ikan Lele - Sejarah terbentuknya Kabupaten Lamongan tidak lepas dari bumbu-bumbu cerita rakyat. Seperti yang satu ini, terkait asal muasal lahirnya pantangan bagi masyarakat Lamongan asli untuk memakan ikan lele.

Meski banyak orang Lamongan yang merantau dan berjualan Pecel Lele, namun mereka konon pantang memakannya. Lalu apa cerita di balik kepercayaan itu?



Cerita ini berawal ketika Sunan Giri III atau bernama asli Sedamargo blusukan ke daerah penyebaran Islam dengan menggunakan perahu menelusuri sepanjang aliran Bengawan Solo, hingga ke desa-desa.

Sesampainya di Desa Barang (sekarang masuk wilayah Kecamatan Glagah, Lamongan), malam sudah larut, sinar terang bulan purnama menuntun langkah Sunan Giri menyusuri desa ini. Hingga pada suatu tempat Sunan Giri melihat lampu godog (sejenis oblek) yang menyala dari sebuah gubuk di sudut desa. Sedamargo lantas menghampiri sumber cahaya tersebut.

Di situ didapatilah seorang wanita yang dikenal mbok rondo sedang menjahit pakaian. Perbincangan antar keduanya terjadi sampai larut malam. Di akhir perbincangan, akhirnya Sunan Giri berpamitan pergi.

Namun dirinya lupa mengambil keris miliknya yang dia letakkan di bale, selama berbincang dengan mbok rondo tadi. Dia baru sadar ketika sudah tiba kembali di Giri.

Kemudian Sunan Giri memerintahkan salah satu orang dekatya Ki Bayapati untuk kembali ke Desa Barang, mengambil keris kesayangan Sunan Giri yang tertinggal di bale gubuk mbok rondo.

Keberadaan keris tersebut diketahui oleh mbok rondo, seketika wanita ini mengambil dan menyimpannya untuk kemudian dikembalikan atau sukur-sukur Sunan Giri kembali datang mengambilnya sendiri.

Nah, saat ditugasi oleh Sunan Giri ini, Ki Bayapati menggunakan kemampuan ilmu sirepnya agar cepat menuju gubuk mbok rondo. Sesampainya di lokasi, pesuruh ini mengambil keris dengan cara sembunyi-sembunyi.



Tetapi sepandai apa pun Ki Bayapati, caranya tersebut diketahui mbok rondo yang disambut dengan teriakan maling. Menganggap utusan Sunan Giri ini sedang mencuri keris, padahal yang terjadi sebenarnya adalah ingin mengambilnya.

Teriakan mbok rondo membangunkan para tetangganya, dan sejurus kemudian massa mengejar pria yang diduga mencuri keris pusaka ini. Karena panik dikejar warga, Bayapati memberanikan diri terjun ke kolam (jublang) untuk menghindari kejaran dan amukan massa.

Tanpa disangka, tiba-tiba kolam dipenuhi oleh ikan lele yang berenang di permukaan. Keberadaan Bayapati tersamarkan oleh munculnya ikan-ikan lele ini. Warga yang tidak mengira Bayapati bersembunyi di kolam, segera meninggalkan lokasi.

Bayapati selamat, sampai di Giri lantas menceritakan kejadian aneh tersebut sambil mengantarkan keris ke tuannya.

Karena jasanya inilah, akhirnya Sunan Giri menghadiahkan keris yang sekarang disebut mbah jimat ini kepada Bayapati. Kabarnya keris saat ini tersimpan di bangunan Dusun Rangge, Lamongan.

Gara-gara peristiwa aneh inilah, akhirnya muncul pantangan bagi warga Lamongan memakan lele. Karena menganggap lele adalah ikan bertuah yang pernah berjasa melindungi Bayapati.

Tetapi, sepertinya pantangan ini sudah tidak berlaku untuk saat ini. Buktinya, warga Lamongan yang mengadu nasib di luar kota banyak berjualan pecel lele. Tidak sedikit dari mereka sukses berkat lele.(Asal Usul)

Asal Usul Gajah Mada, Patih Majapahit dari Lamongan

Add Comment
Asal Usul Gajah Mada, Patih Majapahit dari Lamongan - Gajah Mada merupakan salah satu tokoh sentral di Kerajaan Majapahit saat mencapai masa kejayaannya dengan pusat pemerintahan di Wilwatikta atau sekarang dikenal Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Dinasti yang didirikan oleh Raden Wijaya (wafat tahun 1309) berdarah bangsawan Jawa dan Sunda ini mencapai puncak kejayaan di era Raja Hayam Wuruk.

Masa kejayaan Majapahit tidak lepas dari figur Gajah Mada, termasuk segudang kontroversi cerita yang hingga kini masih berselimut gelap. Karir militernya di Majapahit mulai menanjak setelah dia berhasil menyelamatkan Jayanegara, raja kedua Majapahit dalam peristiwa pemberontakan Ra Kuti tahun 1319.



Memang setelah meninggalnya Raden Wijaya, Majapahit disibukkan oleh pemberontakan di sana sini dari pada ekspansi militer atau ekonomi ke wilayah baru. Umumnya pemberontakan terjadi untuk mengambil alih kekuasaan yang dilakukan oleh orang-orang bekas istana, maupun daerah-daerah yang ingin melepas diri dari Majapahit.

Dalam kitab Pararaton diceritakan, pemberontakan di zaman Jayanegara dilakukan oleh para Dharmaputra yang tak lain loyalis Raden Wijaya. Pemberontakan ini terjadi karena raja kedua Majapahit ini berdarah campuran Jawa dan etnis Melayu, bukan asli keturunan Kertanagara. Seperti diketahui, bahwa Jayanegara merupakan anak hasil perkawinan antara Raden Wijaya dengan Dara Petak.



Pemberontakan ini dipimpin oleh Ra Kuti, seorang perwira Majapahit dari daerah Pajarakan (sekarang Probolinggo, Jawa Timur). Dalam pemberontakan Ra Kuti, Majapahit berhasil direbut dari tangan Jayanegara.

Karena kondisi kerajaan sudah tidak kondusif, komandan pasukan Bhayangkara Gajah Mada akhirnya melarikan raja muda bernama lain Raden Kalagemet (jahat dan lemah) ini ke wilayah Badander. Di Jawa Timur saat ini, nama Badander mengacu pada dua daerah; pertama Desa Dander yang masuk di administrasi Kabupaten Bojonegoro, dan Desa Bedander masuk wilayah Jombang.

Setelah kondisi dirasa cukup aman, Gajah Mada kemudian kembali ke Majapahit untuk menggalang kekuatan dari rakyat jelata hingga para loyalis Jayanegara di kerajaan. Pada akhirnya Ra Kuti bersama pemberontak lainnya bisa dikalahkan.

Karena jasa besarnya tersebut, Gajah Mada diangkat sebagai patih Majapahit. Dari sini, karir militer Gajah Mada semakin moncer. Di hari-hari berikutnya, dipercaya untuk menumpas para pembelot kerajaan. Tercatat karena jasanya itu, dia pernah diangkat sebagai Patih Doha (Kediri) dan Patih Kahuripan (sekarang Sidoarjo).



Di masa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi, posisi Gajah Mada diangkat lebih tinggi menjadi mahapatih setelah berhasil menumpas pemberontakan di Sadeng dan Keta (masuk Kabupaten Situbondo). Pada periode inilah Gajah Mada melakukan ekspansi besar-besaran kerajaan Majapahit ke segala penjuru. Banyak kerajaan penting berhasil direbut Majapahit, seperti Kerajaan Pejeng (Bali), sisa-sisa kerajaan Sriwijaya dan Malayu.

Puncaknya, Gajah Mada diangkat sebagai Patih Amangkubumi dan kembali menjadi tokoh sentral kemajuan Majapahit di zaman Hayam Wuruk, termasuk salah satu peristiwa penting dan kontroversi hingga kini masih simpang siur yaitu Sumpah Palapa.

Dalam Kakawin Nagarakertagama karya Empu Prapanca, kekuasaan Majapahit yang didapat dari peperangan maupun monopoli dagang terbentang dari Papua, Sumatera, Tumasik (sekarang disebut Singapura), hingga sebagian pulau di Filipina. Semua terbingkai dalam peta Nusantara.

Lantas siapa sebenarnya Gajah Mada ini? Di mana tempat asal Gajah Mada? Mengapa karirnya begitu cepat melesat? Apakah benar dia orang dalam istana yang sempat terasingkan?(Asal Usul)

Asal Mula Kue Nastar

Add Comment
Asal Mula Kue Nastar - Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan setelah sebulan lamanya melaksanakan ibadah puasa. Untuk merayakannya, masyarakat akan menyediakan berbagai makanan khas lebaran, baik makanan berat maupun ringan.

Salah satu makanan khas yang tidak boleh ketinggalan untuk disajikan saat Lebaran adalah kue Nastar. Kue berbentuk bulat dengan warna kuning keemasan ini hampir selalu ada di tiap-tiap rumah.

Tak banyak orang yang mengetahui sejarah dari kue berisi selai nanas tersebut. Padahal secara tidak langsung, nastar sudah menjadi kue turun temurun dan resep yang digunakan pun hampir sama.



Nastar berasal dari bahasa Belanda, yaitu Annanas atau nanas dan Taart atau tar, sehingga bisa diartikan sebagai tar nanas. Sebenarnya kue ini terinspirasi dari kue pie buatan orang Eropa dengan isian buah blueberi dan apel.

Akan tetapi, karena di Indonesia saat itu sulit menemukan kedua buah tersebut maka orang Indonesia menggunakan buah nanas yang tumbuh di negara tropis. Nastar ala Indonesia memiliki bentuk lebih kecil dibanding pie atau kue tar eropa pada umumnya.

Selain dari bahasa Belanda, nama nastar juga diambil dari bahasa asing, yaitu nastaart yang berarti kue nanas. Sedangkan dalam bahasa Inggrisnya dinamakan pineapple tarts, atau pineapple nastar roll, yang populer saat merayakan natal atau lebaran.

Bukan hanya itu, nastar juga dijadikan makanan khas saat perayaan Imlek, karena memiliki arti dan simbol khusus bagi etnis Tionghoa. Dalam Bahasa Hokian, nastar diartikan sebagai ong lai (buah pir emas) yang berarti 'kemakmuran datang kemari', rezeki, dan keberuntungan datang. Di samping itu, warna emas serta manis dan lembutnya isi nanas melambangkan rezeki yang manis, dan melimpah.

Seiring majunya teknologi dan pengetahuan, kue ini sudah dikembangkan dalam berbagai varian rasa, seperti stroberi, blueberi, dan lain-lain. Bahkan nastar yang dinobatkan sebagai kue rumahan, kini banyak diperjualbelikan di toko roti, toko kue, dan pasar swalayan dalam kemasan toples plastik.(Asal Usul)

Asal Usul Seblak

Add Comment
Asal Usul Seblak - Warga Bandung mana yang kini tidak tahu seblak? Cemilan bercita rasa pedas dengan aroma kencur yang kuat itu memang sudah menjadi primadona akhir-akhir ini.

Seiring dengan naiknya pamor seblak, tahu kah Anda dari mana asal usul seblak itu? Seblak merupakan penganan khas Bandung yang sebenarnya mirip dengan makanan dari daerah Sumpiuh, Jawa Tengah.



Tak sedikit yang menyebut bahwa seblak merupakan penganan asal Jawa Tengah. Hal tersebut dilatarbelakangi karena seblak sangat mirip Krupuk Godog yang sudah populer sejak 1940-an, sementara seblak baru populer sekitar tahun 2000-an.

Pemilik Nanutz Mania Riza Rizki Adhiyaksa, mengatakan tak sedikit orang beranggapan bahwa seblak merupakan kerupuk kuning yang dimasak dengan cita rasa pedas. Padahal, seblak merupakan nama bumbu yang terbuat dari kencur atau cikur dalam bahasa Sunda.

"Ada kan yang mikir kalau seblak itu adalah kerupuk yang digoreng dan rasanya pedas. Padahal, seblak itu adalah bumbu. Nah kerupuk itu adalah topingnya," ujar Riza kepada Merdeka.com, Rabu (4/11).

Riza menjelaskan, kini seblak memiliki banyak varian. Mulai dari kerupuk kuning, makaroni, tulang, tahu, bakso, siomay, batagor, hingga mie lidi. Seblak kini menjadi makanan yang banyak penggemarnya, khususnya bagi kawula muda.

Dengan tekstur kenyal, seblak sangat nikmat disantap kala panas dan pedas. Tak sulit membuat seblak. Hanya perlu mengolah bawang merah, bawang putih, serta kencur dihancurkan menjadi satu. Kemudian ditumis dengan beragam toping, diberi air dan cabai.

"Saya membuat seblak sangat simple. Ini adalah seblak instan dengan dikemas menggunakan cup plastik lengkap dengan tutup dan lubang pembuangan air. Jadi masaknya kayak mie instan, tinggal seduh saja," tuturnya.

Bahkan tak hanya Nanutz Mania yang membuat seblak instan. Pengemasan beragam penganan yang dibuat praktis kini memang dicari. Untuk itu, Mommy Seblak juga membuat cemilan tersebut dengan instan.

Bahkan, kini ada varian seblak anyar, yakni rasa rendang. Kehadiran seblak rendang ini, dipaparkan oleh pemilik Mommy Seblak yakni Lofty Rainidi, karena rendang merupakan makanan asli Indonesia yang menjadi favorit.

"Basic-nya sama saja seblak hanya ada penambahan bumbu rendang. Jadi orang bisa mencicipi seblak dengan rasa baru dan penasaran. Enggak hanya yang itu-itu saja jadinya kan," ujar Lofty.(Asal Usul)