Asal-Usul Cakwe


Image

Asal Usul - Siapa yang gak kenal makanan khas yang konon dari negri tirai bambu ini. Ditempat asalnya makanan ini menjadi salah satu alternatif sarapan plus susu kacang kedelai sebagai teman nya. Di tanah jawa, cakwe banyak dijadikan bahan campuran bubur ayam. Sering pula menjadi penganan / camilan sekedar lalu dengan saus asam manis.

Di ranah jawa barat cakwe di sulap menjadi oding atau nama keren lainnya kue bantal karena bentuknya yang mirip bantal mini, di jawa tengah namanya kue bolang baling sedangkan orang bule bilangnya Chinese Doughnut.

Dengan bahan dasar tepung trigu, ragi, soda, ammonium bicarbonat dan garam. Adonan kalau sudah “mekar” dibuat seperti tongkat yang panjangnya kira kira 15-20 cm, lalu dua tongkat dilekatkan menjadi satu. Kalau digoreng panjangnya menjadi kira kira 25 cm dan berwarna coklat.

hanyu pinyin (penulisan ejaan non chinesse) you tiao atau arti nya chinesse long bread. Tapi kalau menilik dari dialek hokkian, cakwe artinya hantu yang di goreng.

Jangan terkejut dahulu karena pemberian nama cakwe erat dengan legenda dibaliknya. Begini cerita dibalik legenda nama tersebut

Di jaman Dinasti Song, suku Jin dari Utara sangat kuat, mereka beberapa kali menyerbu negeri Song. Kemudian Kerajaan Song dikalahkan dan kaisar Wei dan Xin ditangkap. Kemudian raja Gang (baca: Kang) mendirikan dinasti Song Selatan. Di masa kaisar Gao dari Song Selatan, sekali lagi diserbu secara besar-besaran oleh suku Jin dan menduduki sebagian besar daerah utara dari sungai Chang Jiang (Yang Tse). Untungnya ada seorang jenderal yang bernama Yue Fei ( bahasa Hokkian Gak Hui, sering menjadi inspirasi kepahlawanan dalam serial silat) memimpin tentara Song untuk melawannya dengan gigih, disamping itu dia melindungi ibu kota Song Selatan. Dia dengan patriotiknya membela negaranya dan telah mengambil kembali banyak daerah Song yang telah diduduki oleh tentara kuda Jin yang terkenal.

Sayang sebelum dia dapat mengambil kembali ibu kota Song yang dahulu, hanya masih kira-kira 22 kilometer jaraknya. Waktu Gak Hui akan melewati Sungai Kuning bagian utara, Jenderal Yue Fei dipanggil pulang secara mendadak oleh raja Gao. Raja Gao mendengar kata-kata pengkhianat yang bernama Qin Kuai (Chin Kwe) yang membisiki raja dengan perkataan bahwa Gak Hui kalau menang akan mengundang kembali kaisar Wei dan Xin yang masih ditangkap oleh suku Jin untuk naik tahtanya kembali. Maka kalau raja tidak mengambil tindakan sekarang, kedudukan raja Gao akan susah dipertahankan. Chin Kwe juga mengatakan bahwa Jenderal Gak Hui akan memberontak dan menganjurkan agar Gak Hui ditangkap segera kalau datang, lalu dibunuh.

Kematian Gak Hui membuat marah semua rakyat dan menganggap Chin Kwe sebagai pengkhianat negara. Ada orang yang membenci Chin Kwe membuat model manusia dari tepung terigu yang mencerminkan Chin Kwe dan istrinya, disatukan jadi satu, lalu di goreng dan dimakan. Dahulu makanan ini dinamakan Yu –Zha (goreng dengan minyak) Qin Kuai, lalu diringkas menjadi Yu Zha Kuai (Hokkian Yu Cah Kwe), menjadi lebih singkat lagi Cah kwe atau Yutiao (Mandarin). Ini dilakukan sebagai simbolisasi kebencian rakyat atas Chin Kwe. (http://www.parkirotak.com/)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
January 31, 2016 at 11:28 AM delete

Kayakny untuk asal usul cahkwe belum lengkap. Kenapa.disebut "hantu yang digoreng" adalah ketika Jendaral Yue Fei dan istrinya di hukum,mereka dimasukan ke dalam kuali panas dan digoreng hidup2.lalu rakyat memakan mereka daging. Rakyat memakan daging adalah ungkapan kecintaan rakyat Dinasti Song kepada Pahlawan mereka.Cina kuno biasa melakukam praktek ini utk orang yang dicintai atau pun dibenci(biasanya kriminal). Itu lah makanya dinamakan You Tiou atau hantu yang digoreng utk mngingat kepahlawanan Yeu Fei.

Reply
avatar