Albert Einstein: Siapa Bilang Yahudi Adalah Umat Pilihan

Asal Usul - Siapa yang tak kenal Albert Einstein, filsuf dan ilmuwan dunia yang terkenal dengan Teori Relativitas-nya itu. Tokoh ilmuwan Jerman keturunan Yahudi ini percaya bahwa Tuhan adalah "takhayul yang kekanak-kanakan" dan ia mengatakan bahwa bangsa Yahudi bukan umat terpilih, seperti yang selama ini diyakini orang-orang Yahudi.


Hal itu terungkap dalam surat yang ditulis Einstein bertanggal 3 Januari tahun 1954, yang dilelang di London, Kamis (15/5). Dalam surat yang ditujukan untuk filsuf Eric Gutkind itu, Einstein mengatakan bahwa ia bangga menjadi orang Yahudi, namun ia tidak merasa memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan manusia lainnya.
Menurut Einstein dalam suratnya, meski orang-orang Yahudi dilindungi sekalipun, mereka tidak lebih baik dari umat manusia lainnya. "Sepanjang pengalaman saya, meski mereka dilindungi dari penyakit kanker ganas sekalipun karena minimnya kekuasaan mereka, mereka tidak lebih baik dari umat manusia lainnya. Oleh sebab itu, saya tidak melihat tentang 'umat pilihan' pada diri mereka, " tulis Einstein yang pernah menolak ketika ditawari jadi presiden kedua Israel.

Ia juga menyatakan, "Kata Tuhan buat saya, tidak lebih dari ekspresi dan produk kelemahan manusia, Alkitab adalah kumpulan tulisan-tulisan berharga, tapi tetap masih merupakan legenda primitif yang agak kekanak-kanakan."
Meski demikian, komentar Einstein tentang agama yang berbunyi, "Ilmu tanpa agama cacat, agama tanpa ilmu buta" sempat memicu perdebatan dan kerap digunakan mendukung argumen tentang pentingnya agama.
Surat bersejarah Einstein berbahasa Jerman itu terjual di Balai Lelang Bloomsbury Auctions, Mayfair setelah menjadi koleksi pribadi selama lebih dari 50 tahun. (ln/al-arby)
(Mendukung mbak maya untuk travel jakarta bandung)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 comments

Write comments
August 6, 2013 at 11:28 AM delete

PENGAKUAN EINSTEIN
Saturday Evening Post pernah melakukan wawancara dengan Albert Einstein mengenai keKristenan, berikut cuplikannya: R-Reporter; E-Albert Einstein
R: Sejauh mana pengaruh keKristenan terhadap pemikiran Anda?
E: Sebagai seorang anak, saya mendapatkan pelajaran dari Alkitab dan juga Talmud (Hukum Yahudi). Saya adalah seorang Yahudi, tapi saya terpesona dengan sosok yang bercahaya dari Nazaret (Yesus).
R: Apakah Anda sudah pernah membaca buku Emil Ludwig tentang Yesus?
E: Apa yang ditulis oleh Emil tentang Yesus terlalu dangkal.
R: Apakah Anda menerima bahwa Yesus benar-benar nyata dalam sejarah?
E: Tidak diragukan lagi! Tidak ada seorangpun yang membaca Injil tanpa merasakan kehadiran Yesus secara nyata. KepribadianNya nyata dalam setiap kata. Sebuah mitos tidak mungkin senyata itu.

Reply
avatar
August 6, 2013 at 11:32 AM delete

http://pastorgarrytengker.blogspot.com/2012/02/apakah-albert-einstein-beragama-kristen.html

Menurut saya, tidak penting Einstein seorang Kristen atau bukan, yang pasti dia mengakui kesalahan terbesar dalam kehidupannya mengenai teori yang dia bangun bahwa Tuhan itu tidak ada, tapi dia percaya alam semesta memiliki awal dan pencipta sebab itu dapat disimpulkan dia percaya kepada Tuhan pencipta alam semesta, sayangnya dia tidak menggapai sampai ke tingkat pemahaman sejauh mana Allah bekerja dalam hidup orang yang percaya kepada-Nya. :)

Reply
avatar
December 1, 2014 at 11:24 PM delete

Einstein hanya pemikir yg dipikirkan org yg malas mikir

Reply
avatar