Asal-Usul Istilah Gaul

Add Comment
Asal-Usul Istilah Gaul - Berikut adalah asal usul istilah gaul yang digunakan di Indonesia, diantaranya :

Nih Yee...
Ucapan ini terkenal di tahun 1980-an, kalau tidak salah tepatnya November 1985 pertama kali di ucapkan oleh pelawak Diran, kemudian dijadikan bahan lelucon oleh Euis Darliah...

Memble dan Kece
Ini adalah ciptaan khas Jaja Mihardja, di tahun
1986 kemudian di mainkan dalam Film Memble tapi Kece yang diperankan oleh Jaja Mihardja sendiri dan Dorce Gamalama.

Booo........
Ini ucapan populer di pertengahan awal 90-an, pertama dipoplerkan oleh grup GSP, kalau nggak salah Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan yang pertama kali mengucapkan, kemudian kata-kata ini pernah di ucapkan dalam lenong rumpi, tapi kata- kata ini populer dalam lingkungan pergaulan di kalangan artis, Titi DJ-lah orang benar-benar mempopulerkan ucapan ini.

Nek...
Setelah kata-kata Boo... tak lama kemudian muncul kata-kata Nek... bagi generasi yang SMA- nya di pertengahan 90-an pasti mengalami bagaimana populernya kata-kata ini, Ucapan Nek...pertama kali di ucapkan oleh Budi Hartadi seorang remaja di kawasan kebayoran yang tinggal sama neneknya, makanya dia sering ngucapin Nek... kebetulan dia latah jadinya setiap ngomong dia ngucapin Nek...Nek...eh lo mau ke menong, Nek itu contohnya si Budi kalo ngomong ke temennya, si Budi ini seneng gaul di wilayah Tjokro, Menteng ...nah kebetulan ada banci menteng yang denger, kemudian si Banci itu ngikutin kata-kata si Budi, so... banyak Banci ngomong gaya Budi, jadi banyak orang mengira kata-kata ini di populerkan oleh para Banci.

Jayus
Di akhir dekade 90-an dan di awal abad 21, ucapan Jayus sangat populer, kata ini artinya lawakan yang nggak lucu, garing atawa tingkah laku yang mau ngelucu tapi nggak lucu orang yang mengucapkan ini adalah kelompok anak SMU yang bergaul di kita! ran Kemang, konon ada seseorang bernama Herman Setiabudhi, dia dipanggil temen-temennya Jayus, soalnya Bapaknya bernama Jayus Kelana seorang pelukis di kawasan Blok M. Si Herman alias Jayus ini kalau ngelawak nggak pernah lucu, temannya yang bernama Sonny Hassan alias Oni Acan sering ngomentarin tiap lawakan yang nggak lucu dengan celetukan Jayus, ucapan Oni Acan inilah yang kemudian diikuti tongkrongannya di daerah Sajam, Kemang lalu kemudian merambat populer di lingkungan PL, dan anak-anak SMU sekitar Melawai. Puncaknya pas ada acara PL Fair2000 kata-kata Jayus ini banyak di ucapkan.

Jaim
Ucapan Jaim ini di populerkan oleh Bapak Drs. Sutoko Purwosasmito, seorang pejabat di sebuah departemen, yang selalu mengucapkan kepada anak buahnya untuk menjaga tingkah laku, pada suatu hari Pak Pur, begitu ia sering dipanggil, berpidato di hadapan anak buahnya untuk Jaim, inilah kutipan kata-katanya saudara-saudara sebagai pegawai negeri kita harus Jaim, apa itu Jaim Jaim itu yah...Jaga Imej itulah awal kata- kata Jaim itu populer, kemudian seorang anak buah Pak Pur, Bapak Dharmawan Sutanto, yang punya anak bernama Santi Indraswara, pernah memarahi Santi untuk gak terlalu ngumbar ama temen-temen cowoknya San...kamu kalo jadi cewek harus Jaim..!!!! Santi bengong dengan muka begonya dia nanya Pa...Jaim it! u apa seh..? Pak Dhar langsung keluar kamar Santi sembari ngomong Jaim itu Jaga Imej... Santi yang masih bengong cuman ngucapin ooooh.
Nah hari seninnya Santi pas upacara bendera dia ditugaskan jadi pembaca UUD 1945, diakhir kata dia gak sengaja ngucapin Jaim doooong........ Kepala Sekolahnya langsung noleh ke Santi dan nanya ke Santi apa tuh Jaim Santi dengan santai jawab Jaga Imej...Pak eh Kepala Sekolah dengan muka bego juga cuman ngucapin Ooohh..

Gitu Loooooooooohhh........(GL)
Kata GL pertama kali diucapin oleh Gina Natasha seorang remaja SMP di kawasan Kebayoran, Gina ini punya kakak bernama Ronny Baskara seorang pekerja event organizer, nah si Ronny ini punya temen kantor bernama Siska Utami, pada suatu saat Siska bertandang ke rumah Ronny, pas dia ketemu si Gina, Siska nanya Kakakmu mana si Gina ngejawab di kamar, Gitu Loooohhh.. terus pas di tanya lagi Eh Gina kelas berapa ! sekarang si Gina ngejawab Kelas dua SMP Gitu looohhh..
Yah namanya tamu, Siska trus nanya Gina, kalau yang benerin genteng bocor siapa seh? Gina ngejawab Siapa aja ..Gitu Looohhh sampai sebelas pertanyaan selanjutnya si Gina ngejawb dengan kata-kata Gitu Looohh... Esoknya si Siska di kantor ikut-ikutan latah dia ngucapin kata Gitu Loooohhh...di tiap akhir kalo dia ngomong.

SBB
SBB ini singkatan dari Sorry Baru Bales. SBB ini biasanya dipakai kalau kamu telat bales sms temen kamu atau gebetan kamu. entah siapa yang pertama memopulerkan istilah SBB ini, tapi yang jelas istilah ini lagi gaul banget. Selain SBB, ada juga SBBBYTGAB. Yaitu singkatan dari Sorry Baru Bales Banget Ya Tadi Gue Abis Boker.

TFT
TFT ini biasanya digunakan buat mereka yang pacaran atau PDKT. TFT ini biasanya muncul ketika seseorang baru aja beres pacaran atau main sama gebetan. Ya, TFT ini adatah Thanks For Today. Thanks For Today ini pasti kode, kode kalau si dia bahagia banget jalan sama kamu. dia happy, dan mungkin aja (kalau dia masih gebetan) itu tanda kalau dia bakal nerima kamu jadi pacarnya.

JFB
JFB ini biasanya muncul di twitter. JFB ini adalah singkatan dari Jangan lupa Follow Back. Mungkin pas kamu follow temen kamu, kamu pengen ngingetin dia untuk follow back kamu. Maka kamu pun menyampaikan JFB ke temen kamu. JFB ini singkatan yang bagus, dari pada JFBEEEAAA (Jangan lupa Follow Back EEEEAAAA).

NTKY
Ada juga NTKY. Kalau NTKY ini adalah istilah yang biasanya muncul pas pertama ketemu temen baru atau kenalan baru. NTKY adalah Nice To Know You. Wah wah wah, kalau kamu udah dikasih NTKY sama kenalanmu, itu pertanda kalau dia senang bisa kenal sama kamu. Dan bukan gak mungkin kalau di pengen kenal kamu lebih dekat.

DELCONT
Istilah yang dari dulu sampai sekarang tetep rame adalah "delcont". Pasti semua pada tahu, delcont ini maksudnya delete contact. Delete contact ini biasanya ada di dunia BBM atau dunia sms juga sering muncul. Pesan NYUNYU adalah, kalau kamu mau bilang "delcont", jangan diulang-ulang dan jangan diucapkan di tempat yang bisa meng-gema-kan suara. Akibatnya parah, kalau kamu bilang DELCONT!" di tempat yang bergema, makan akan ada suara lanjutan yang berbunyi "cont... cont... cont.. seorang pekerja event organizer, nah si Ronny ini punya temen kantor bernama Siska Utami, pada suatu saat Siska bertandang ke rumah Ronny, pas dia ketemu si Gina, Siska nanya Kakakmu mana si Gina ngejawab di kamar, Gitu Loooohhh.. terus pas di tanya lagi Eh Gina kelas berapa ! sekarang si Gina ngejawab Kelas dua SMP Gitu looohhh..Yah namanya tamu, Siska trus nanya Gina, kalau yang benerin genteng bocor siapa seh? Gina ngejawab Siapa aja ..Gitu Looohhh sampai sebelas pertanyaan selanjutnya si Gina ngejawb dengan kata-kata Gitu Looohh... Esoknya si Siska di kantor ikut-ikutan latah dia ngucapin kata Gitu Loooohhh...di tiap akhir kalo dia ngomong.

ALAY a.k.a Anak LAYangan

Istilah satu ini biasanya ditujukan untuk orang-orang yang memiliki gaya eksentrik, unik dan agak berlebihan. Hayooo ngaku siapa yang menganut istilah ini? Hahahaha. ALAY sendiri sebenarnya identik dengan anak kecil dari kampung yang suka bermain layangan selama berjam-jam. Sehingga, rambut mereka menjadi kemerahan dan kulitnya berangsur-angsur menjadi gelap.

Galau

Dalam arti sebenarnya galau adalah pikiran yang sedang kacau atau tidak karuan. Namun, entah kenapa istilah ini seringkali menjadi topik utama dalam ‘update-an’ di social media, baik itu Twitter, Facebook, dsb. Dan seperti yang kita tahu, umumnya pengguna social media di Indonesia sendiri adalah anak muda. Hal ini menyebabkan, ramainya social media yang ada cenderung pada ke-galau-an anak muda, khususnya dalam masalah cinta dan motivasi. Bener nggak?? Hahahaha.

Lebay

Kata lebay ini biasanya digunakan untuk memberi tahu seseorang bahwa apapun yang dikatakannya itu hampir tidak masuk akal bahkan menyimpang dari kenyataan yang sebenarnya alias ber-le-bi-han. Misalnya, ada seseorang yang bertindak layaknya Drama Queen, paling tidak komen yang didapatkan pun seperti “Lebay, deh!”

KAMSEUPAY

Pasti kalian tahu kan istilah ini? Yup, KAMSEUPAY berarti KAMpungan Sekali Udik PAYah. Istilah ini pertama kali dipopulerkan melalui social media, dan belum lama ini lebih terkenal melalui salah satu sinetron remaja. Bahkan ada lagunya loh, KAM SE U PAY

“Terus...gue harus SALTO?”

Kalimat ini cukup menggelitik siapapun yang mendengarnya. Biasanya orang akan berujar seperti ini saat orang lain mengharapkan reaksi/respon yang lebih heboh seusai bercerita.

 “Terus gue harus bilang WOW, gitu?”

Kalimat ini hanyalah variasi dari kalimat sebelumnya. Jika suka, maka kedua kalimat ini bisa disambungkan menjadi: “Terus gue harus bilang WOW sambil SALTO di tengah jalan, gitu?”

Last but not least is KEPO

Tahukah kalian, KEPO berasal dari bahasa hokkian yakni KE=Bertanya, PO (Apo)=Nenek-nenek. Jadi, KEPO artinya nenek-nenek yang suka bertanya, it means ingin tahu banget segala urusan orang. Contohnya:

A: kamu lagi di mana? Ngapain? Sama siapa?
B: Kepo banget sih....

(Asal Usul)

Legenda Nyai Ratu Kidul

Add Comment
Legenda Nyai Ratu Kidul - Cerita tentang Nyi Roro Kidul ini sangat terkenal. Bukan hanya dikalangan penduduk Yogyakarta dan Surakarta, melainkan di seluruh Pulau Jawa. Baik di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Di daerah Yogyakarta kisah Nyi Roro Kidul selalu dihubungkan dengan kisah para Raja Mataram. Sedangkan di Jawa Timur khususnya di Malang Selatan tepatnya di Pantai Ngliyep, Nyi Roro Kidul dipanggil dengan sebutan Kanjeng Ratu Kidul. Di Pantai Ngliyep juga diadakan upacara Labuhan yaitu persembahan para pemuja Nyi Roro Kidul yang menyakini bahwa kekayaan yang mereka dapatkan adalah atas bantuan Nyi Roro Kidul dan anak buahnya.



Konon, Nyi Roro Kidul adalah seorang ratu yang cantik bagai bidadari, kecantikannya tak pernah pudar di sepanjang zaman. Di dasar Laut Selatan, yakni lautan yang dulu disebut Samudra Hindia - sebelah selatan pulau Jawa, ia bertahta pada sebuah kerajaan makhluk halus yang sangat besar dan indah.

Siapakah Ratu Kidul itu? Konon, menurut yang empunya cerita, pada mulanya adalah seorang wanita, yang berparas elok, Kadita namanya. Karena kecantikannya, ia sering disebut Dewi Srengenge, yang artinya Matahari Jelita. Kadita adalah putri Raja Munding Wangi. Walaupun Kadita sangat elok wajahnya, Raja tetap berduka karena tidak mempunyai putra mahkota yang dapat disiapkan. Baru setelah Raja memperistrikan Dewi Mutiara lahir seorang anak lelaki. Akan tetapi, begitu mendapatkan perhatian lebih, Dewi Mutiara mulai mengajukan tuntutan-tuntutan, antara lain, memastikan anaknya lelaki akan menggantikan tahta dan Dewi Kadita harus diusir dari istana. Permintaan pertama diluluskan, tetapi untuk mengusir Kadita, Raja Munding Wangi tidak bersedia.

“Ini keterlaluan,” sabdanya. “Aku tidak bersedia meluluskan permintaanmu yang keji itu,” sambungnya. Mendengar jawaban demikian, Dewi Mutiara malahan tersenyum sangat manis, sehingga kemarahan Raja, perlahan-lahan hilang. Tetapi, dalam hati istri kedua itu dendam membara.

Hari esoknya, pagi-pagi sekali, Mutiara pengutus inang mengasuh memanggil seorang tukang sihir, si Jahil namanya. Kepadanya diperintahkan, agar kepada Dewi Kadita dikirimkan guna-guna.

“Bikin tubuhnya berkudis dan berkurap,” perintahnya. “Kalau berhasil, besar hadiah untuk kamu!” sambungnya. Si Jahil menyanggupinya. Malam harinya, tatkala Kadita sedang lelap, masuklah angin semilir ke dalam kamarnya. Angin itu berbau busuk, mirip bau bangkai. Tatkala Kadita terbangun, ia menjerit. Seluruh tubuhnya penuh dengan kudis, bernanah dan sangat berbau tidak enak.

Tatkala Raja Munding Wangi mendengar berita ini pada pagi harinya, sangat sedihlah hatinya. Dalam hati tahu bahwa yang diderita Kadita bukan penyakit biasa, tetapi guna-guna. Raja juga sudah menduga, sangat mungkin Mutiara yang merencanakannya. Hanya saja. Bagaimana membuktikannya. Dalam keadaan pening, Raja harus segera memutuskan.

Hendak diapakan Kadita. Atas desakan patih, putri yang semula sangat cantik itu mesti dibuang jauh agar tidak menjadikan aib.

Maka berangkatlah Kadita seorang diri, bagaikan pengemis yang diusir dari rumah orang kaya. Hatinya remuk redam; air matanya berlinangan. Namun ia tetap percaya, bahwa Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan mahluk ciptaanNya dianiaya sesamanya. Campur tanganNya pasti akan tiba. Untuk itu, seperti sudah diajarkan neneknya almarhum, bahwa ia tidak boleh mendendam dan membenci orang yang membencinya.

Siang dan malam ia berjalan, dan sudah tujuh hari tujuh malam waktu ditempuhnya, hingga akhirnya ia tiba di pantai Laut Selatan. Kemudian berdiri memandang luasnya lautan, ia bagaikan mendengar suara memanggil agar ia menceburkan diri ke dalam laut. Tatkala ia mengikuti panggilan itu, begitu tersentuh air, tubuhnya pulih kembali. Jadilah ia wanita cantik seperti sediakala. Tak hanya itu, ia segera menguasai seluruh lautan dan isinya dan mendirikan kerajaan yang megah, kokoh, indah dan berwibawa. Dialah kini yang disebut Ratu Laut Selatan.Cerita tentang Nyi Roro Kidul ini banyak versinya. Ada versi Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Konon Nyi Roro Kidul itu tak lain adalah seorang jin yang mempunyai kekuatan dahsyat. Hingga kini masih ada saja orang yang mencari kekayaan dengan jalan pintas yaitu dengan menyembah Nyi Roro Kidul. Mereka dapat kekayaan berlimpah tetapi harus mengorbankan keluarga dan bahkan akan mati sebelum waktunya, jiwa raga mereka akan dijadikan budak bagi kejayaan Keraton Laut Selatan.

Cerita ini dapat digolongkan sebagai mitos, sebab mengaruhnya sangat mendalam, mendasr dan jauh bagi alam pikiran tradisional di Yogyakarta.'(Asal Usul)

Wong Fei Hung, Ulama Jagoan dari Guandong

Add Comment
Wong Fei Hung, Ulama Jagoan dari Guandong - Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film "Once Upon A Time in China".



Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang ulama, ahli pengobatan, dan ahli beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais.
Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong).

Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi.
Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu.

Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan.Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh.Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas.Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya.Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya.Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan jurus "Tendangan Tanpa Bayangan" yang legendaris.

Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea).
Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju.

Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan jurus "Cakar Macan" dan jurus "Sembilan Pukulan Khusus". Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata.
Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan.Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas.Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya.Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan jurus "Tendangan Tanpa Bayangan" yang legendaris.

Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea).
Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju.

Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan jurus "Cakar Macan" dan jurus "Sembilan Pukulan Khusus".

Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata.
  (Asal Usul)

Sejarah Batik Pekalongan

Add Comment
Sejarah Batik Pekalongan - Perang jawa (yang terjadi pada kerajaan Mataram saat kepemimpinan Panembahan Senopati), disebut juga Perang Diponegoro, yang terjadi antara tahun 1825-1830, disebut-sebut menjadi awal tonggak Sejarah Batik Pekalongan. Meski beberapa referensi menyebutkan bahwa teknik rintang warna (batik) di Pekalongan sudah ada sebelumnya, namun kami belum menemukan catatan sejarah yang pasti atas pendapat keduanya.



Proses Pembuatan Batik Indonesia

Perang jawa ini ‘pecah’ sebab perlawanan kaum pribumi melawan kolonialisasi Belanda, serta perpecahan (perang saudara) di lingkungan keluarga kerajaan (keraton), telah menyebabkan beberapa keluarga bangsawan keraton melakukan eksodus (mengungsi) dan kemudian menetap di luar kerajaan.

Mengungsinya keluarga keraton ke luar tembok kerajaan ini disertai para abdi dalemnya, yang disertai juga turut sertanya budaya ‘amba’-‘nitik’ (batik) keluar istana. Konon, abdi dalem setia ini adalah orang-orang yang dipekerjakan oleh keluarga keraton untuk menghasilkan batik-batik yang dikenakan oleh keluarga bangsawan keraton.

Salah satu daerah yang menjadi tujuan eksodus keluarga bangsawan keraton dan kemudian menetap, ke arah barat diantaranya adalah Semarang, Pekalongan, Banyumas, Cirebon. Nah, di Pekalongan serta beberapa daerah inilah kemudian menjadi awal perkembangan batik. Ada yang menyebutkan menjadi penyempurna (pelengkap) tradisi batik yang telah ada sebelumnya.

Di Daerah Pekalongan sendiri, tumbuh beberapa sentra penghasil batik hingga bertahan sampai seperti saat ini, yang kemudian diikuti persebarannya ke wilayah lainnya. Diantaranya seperti di beberapa wilayah berikut: Buaran, Pekajangan dan Wonopringgo.

Kampung Batik Pekalongan Pesindon

Sampai kini, beberapa sentra batik di Pekalongan (selain yang telah disebutkan pada paragraf di atas) bisa kami sebutkan sebagai berikut: Kedungwuni, Pesindon, Kergon, Kauman, Landungsari, Krapyak, Tirto, Kedungwuni, Setono, Batang (masuk wilayah Kabupaten Batang).



Perkembangan Motif Batik Pekalongan

Sebagai salah satu Kota Pelabuhan di Nusantara, dahulu, Pekalongan banyak disinggahi oleh para penda,tang dengan tujuan perdagangan, diantaranya bangsa Arab, India (gujarat)dan bangsa Tiongkok. Interaksi dengan bangsa-bangsa lain ini disebutkan telah membawa pengaruh pada perkembangan motif dan corak batik di Pekalongan.

Sarung Batik Encim Pekalongan


Sebut saja motif Batik Jlamprang yang menjadi salah satu ciri khas Batik Pekalongan, disebutkan motif ini dipengaruhi oleh motif kain Patola yang dibawa oleh para saudagar dari India. Lalu, kemunculan motif-motif burung hong (phoenix) dan dominan beberapa warna merah pada batik-batik ‘encim’ yang pengaruhnya dibawa oleh para pendatang dari Tiongkok.

Belum lagi, setelah ‘kedatangan’ bangsa eropa (yang diwakili oleh Belanda) dan Jepang melalui ekspansi kolonialisasi, telah membawa dinamika pada kemajuan batik di Pekalongan. Tengok saja keberadaan motif batik dengan corak buketan, batik Jawa Hokokai, Batik Pagi-Sore.(Asal Usul)