Cerita Lengkap tentang Guling

Add Comment
Cerita Lengkap tentang Guling - Siapa Peluk Istri Belanda alias Guling - Kehadirannya di ranjang bikin nyaman dan sejuk, sebanding dengan peran seorang istri atau penyejuk udara (AC).

Setiap malam, sebagian dari kita terbiasa tidur dengan memeluk “istri Belanda” (Dutch wife) alias guling. Tanpanya tidur tak terasa nyaman. Tapi di masa lalu, tak semua orang bisa memilikinya. Hanya kalangan atas atau priyayi. Kisah dalam novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer, menyentil kebiasaan itu.



Dalam sebuah percakapan sesama mahasiswa School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau Sekolah Pendidikan Dokter Pribumi, Wilam membicarakan lelucon-lelucon dari kehidupan tuan tanah bangsa Inggris kepada sahabat-sahabatnya, termasuk Minke. “Tahu kalian apa sebab di dalam asrama tidak boleh ada guling?”

Dia pun mulai bercerita. Menurutnya, guling takkan ditemukan di negeri-negeri lain di dunia –setidaknya menurut mamanya. Ini bermula ketika orang-orang Belanda dan Eropa lainnya datang ke Hindia. Karena tak membawa perempuan, mereka terpaksa menggundik. “Tapi orang Belanda terkenal sangat pelit. Mereka ingin pulang ke negerinya sebagai orang berada. Maka banyak juga yang tak mau menggundik. Sebagai pengganti gundik mereka membikin guling –gundik yang tak dapat kentut itu.”

Wilam juga bilang bahwa guling takkan ditemukan dalam sastra Jawa lama maupun sastra Melayu. “Memang tidak ada. Itu memang bikinan Belanda tulen –gundik tak berkentut. Dutch wife... “

“Dan tahu kalian orang pertama-tama yang menamainya? Raffles, Letnan Gubernur Jenderal Hindia.”

Meski sebuah novel, obrolan ringan mengenai guling itu tak sepenuhnya salah. Guling lahir dalam kebudayaan Indisch abad ke-18/19, percampuran antara kebudayaan Eropa, Indonesia, dan China. Kebudayaan ini kemudian menjadi gaya hidup golongan atas.

“Percampuran kebudayaan ini bisa dilihat misalnya pada pemakaian perabot seperti kursi Eropa, meja, dan tempat tidur dengan bantal, termasuk perlengkapan baru yang disebut guling atau Dutch wife, yang tidak ada dalam perlengkapan tempat tidur Eropa, jadi khusus Indisch,” tulis Hadinoto, dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Kristen Petra Surabaya, dalam “Indische Empire Style”, yang dimuat Jurnal Dimensi Arsitektur, Desember 1994.

Pribumi Hindia belum lama menggunakan guling. “Mereka hanya meniru-niru orang Belanda. Yang datang dari Belanda serta-merta ditiru orang, terutama para priyayi berkepala kapuk itu. Inggris mengetawakan kebiasaan berguling,” tulis Pram.

Hanya saja Pram, juga penulis lain, tak akurat ketika menulis bahwa guling hanya ada di Indonesia. Guling juga terdapat di negara lain di Asia Tenggara. Variannya di Asia Timur dinamakan “istri bambu”, jukbuin, chikufujin, atau zhufuren yang terbuat dari anyaman bambu. Varian ini kemungkinan memengaruhi Dutch wife, karena keberadaan jukbuin sudah jauh sebelumnya.

“Sejarah jukbuin bisa dilacak ke belakang setidaknya pada masa Dinasti Goryeo, ditunjukkan novel berjudul Jukbuin-jeon (Story of the Bamboo Wife) karya Yi Gok (1298-1351),” tulis www.dynamic-korea.com.

Pengaruh “istri bambu” atas “istri Belanda” juga tampak dari definisi Dutch wife dalam Oxford English Dictionary, sebuah kamus yang mulai disusun sejak 1879 dan rampung 1927 atau empat puluh delapan tahun kemudian. Kamus itu mendefinisikan Dutch wife sebagai “sebuah kerangka berlubang-lubang dari rotan yang digunakan di Hindia Belanda dan lain-lain untuk sandaran anggota badan di tempat tidur.”

Tapi yang jelas keberadaan guling ini kerap mengejutkan orang-orang yang baru tiba di Hindia. Sejarawan dan pastor dari Amerika Serikat John S.C. Abbott (1805–1877) menceritakan pengalamannya bertemu guling dalam “A Jaunt in Java”, yang dimuat di Harper’s New Monthly Magazine Volume XV, Juni-November 1857.

Ketika melemparkan diri ke ranjang, kata Abbott, Anda akan telentang dengan Dutch wife. “Jangan terkejut! Anda tak akan mendapatkan ‘kuliah tirai’ (curtain lecture) karena Dutch wife berbentuk bulat, bantal panjang keras, yang bikin takjub setiap orang asing ketika melihatnya terbaring rapi dan kaku di tengah ranjang seperti mayat kecil,” tulis Abbott.

Setelah tahu bagaimana memperlakukan “istri Belanda”, Abbott pun menjadi lebih dekat dengannya. “Singkatnya, Dutch wife harus diletakkan di bawah kaki atau lengan untuk mencegah kontak terlalu hangat dengan kasur, dan memungkinkan sirkulasi udara dingin. Dan kenyamanan dalam iklim tropis ini hanya dapat dirasakan oleh mereka yang telah mencobanya. Satu Dutch wife yang diisi dengan kapas lebih baik daripada Dutch wife buatan China yang berongga-rongga dan terbuat dari bambu,” kata Abbott.

Seorang Prancis, D sir Charnay, pengemban misi ilmiah dan pendidikan untuk pihak otoritas Belanda, kebingungan saat tinggal di Jawa selama enam minggu pada 1878. Seperti dikisahkan dalam Orang Indonesia dan Orang Prancis: Dari Abad XVI sampai dengan Abad XX karya Bernard Dorl ans, guling itu berisi jerami yang keras seperti kayu. Pelayan Melayu memberi tahunya.

“Guling itu Anda letakkan di antara kaki agar keduanya tidak bersentuhan dan supaya Anda bisa tidur dengan nyaman,” kata pelayan Melayu itu.

Begitu nyamannnya sehingga Horst Henry Geerken, seorang Jerman yang 18 tahun tinggal dan bekerja di Indonesia, tak melupakan pengalamannya bersama guling. Hingga sekarang, dia jadi terbiasa dengan guling. “Sekali pun di Jerman, saya tetap memakai guling. Kita bisa memeluk guling pada malam hari dan menekuknya dengan kaki. Rasanya nyaman dan sejuk. Guling berguna untuk memberi sirkulasi udara secara bebas dan menyerap keringat di kaki,” tulis Geerken dalam bukunya A Magic Gecko.

Tapi kenapa guling bisa dinamai Dutch wife?

Situs ensiklopedia online, di http://encyclopedia.jrank.org, berbasiskan Encyclopedia Britannica edisi ke-11 yang diterbitkan 1911, menulis bagaimana peranan bahasa dalam mendukung dan mengukuhkan stereotip, termasuk penggunaan istilah yang mengaitkan dengan Belanda. Dalam tulisan berjudul “Blason Populaire” disebutkan bagaimana Oxford English Dictionary menekankan koneksi sosiolinguistik.

“Karakteristik atau pengaitan dengan Belanda, sering dengan aplikasi yang menghina atau mengejek, sebagian besar disebabkan persaingan dan permusuhan antara Inggris dan Belanda pada abad ke-17... Namun hanya ‘janda Belanda’ (Dutch widow) yang dicatat sebelum 1700, dalam sebuah naskah drama karya Middleton pada 1608. Memainkan kata-kata menggunakan kata Belanda dan negara-negara yang rendah untuk merujuk daerah kelamin umum pada masa Elizabethan.” Karya Thomas Middleton itu adalah Trick to Catch the Old One, terbit 1608.

Arietha, perempuan asal Belanda, dalam artikel “The influence of the Dutch on the English language”, dimuat di www.hubpages.com, juga merujuknya pada persaingan antara Belanda dan Inggris. Setelah kekuasaan Spanyol meredup, Belanda muncul sebagai kekuatan militer dan dagang yang unggul di lautan pada awal abad ke-17. Periode ini dalam sejarah Belanda dikenal sebagai masa keemasan. Bersama Inggris, Belanda menumpuk kekayaannya atas dasar kolonialisme-perusahaan dagang negara tak resmi melalui Dutch East dan West India Companies, yang membentang dari Hindia (Indonesia), Sri Lanka, dan Brasil hingga Aruba, Antilles, dan ujung selatan Afrika. Antara 1652 dan 1674, Belanda menghadapi perang laut dengan Inggris. Inggris berharap bisa merebut kendali pelayaran dan perdagangan dari Belanda tapi gagal.

“Sebagian besar kata-kata dan ekspresi Belanda dibuat saat titik terendah hubungan antara Inggris dan Belanda. Rivalitas mereka menemukan saluran lewat berbagai ucapan populer yang diciptakan masing-masing negara untuk menghina yang lainnya,” tulis Arietha.

“Tradisi anti-Belanda dari para pemukim Inggris awal bertahan dan memberi (Amerika) istilah-istilah seperti ‘Dutch treat’ pada 1887, ‘go Dutch’ pada 1931…,” tulis Stuart Berg Flexner dalam I Hear America Talking, sebagaimana dikutip dari forum The Phrase Finder (www.phrases.org.uk).

The Phrase juga mengutip Morris Dictionary of Word and Phrase Origins karya William dan Mary Morris: “Mungkin tak ada negara yang begitu terus-menerus menjadi semburan pelecehan secara verbal dari bahasa Inggris kecuali tetangga mereka di seberang lautan, Belanda… Tidak selalu demikian. Hingga setelah masa Shakespeare, Belanda biasanya dihormati di semua referensi sastra oleh para pengarang Inggris.”

Sementara Encyclopedia of World and Phrase Origins karya Robert Hendrickson menulis: “Orang-orang Belanda begitu tersinggung oleh bahasa Inggris selama tiga abad sehingga pada 1934 pemerintah mereka memutuskan untuk membuang kata ‘Dutch’ dan menggunakan kata ‘Netherlands’ jika memungkinkan.”

Meski Inggris membuat istilah itu dengan nada menghina, dan menertawakan kebiasaan menggunakan guling, toh mereka juga membutuhkannya ketika di Hindia. Dan Belanda punya istilah sendiri untuk guling ini, yakni British doll alias boneka Inggris. Setidaknya ini dikatakan Partotenojo, yang dijuluki Partokleooo, teman Minke lainnya dalam novel Jejak Langkah.

Terlepas dari perang istilah itu, guling tetap menjadi peralatan tidur yang tak bisa dilepaskan, hingga kini, terutama di Indonesia.(Asal Usul)

Kenapa Guling Cuma Ada di Indonesia

1 Comment
Kenapa Guling Cuma Ada di Indonesia - Siapa sih yang tidak suka pakai guling? Kebanyakan orang Indonesia menggunakan benda satu ini setiap malam saat tidur agar dapat tidur dengan lebih nyenyak. Bahkan, banyak juga orang-orang yang tidak bisa tidur tanpa benda satu ini. Tapi, kalian sebenarnya tahu gak sih darimana asal mula guling dan bagaimana guling bisa menjadi salah-satu benda yang “cukup mutlak” di Indonesia?



Guling pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada saat zaman penjajahan, dimana orang pribuminya sendiri pun sebenarnya masih sangat tabu dan jarang menggunakannya. Guling pertama kali dibuat oleh para penjajah Belanda di Indonesia ketika mereka cukup ‘depresi’ karena tidak memiliki wanita. Wah, lucu juga ya!

Semua penjajah Belanda datang ke Indonesia memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menguras semua kekayaan dan sumber daya alam Indonesia sehingga membuat mereka menjadi makmur, baik secara kelompok maupun pribadi. Jadi, sangat tidak diharapkan apabila mereka kembali ke tanah mereka sebelum menjadi orang kaya.

Nah, selama mereka “berjuang” dan menjajah tanah air kita, mereka pun tidak punya waktu banyak untuk mengurusi perihal cinta, apalagi mencari kekasih. Inilah sebabnya mereka membuat guling sebagai benda yang dapat menemani mereka saat tidur.

Baca Juga :

Nama guling pertama kali dibuat oleh orang Belanda sendiri. Tapi, setelah kekuasaan Belanda digantikan oleh Inggris, nama guling pun diganti menjadi “Dutch’s Wife” oleh Letnan Gubernur Jenderal Inggris, yaitu Thomas Stanford Raffles. Nama “Dutch’s Wife” ini adalah suatu ejekan para tentara Inggris yang sangat membenci Belanda.

Nah, sekarang kalian udah tahu kan asal muasal dari benda yang kalian peluk tiap malam itu? Jadi, jangan asal peluk aja, sejarah terbentuknya juga harus tau dong! Sebenernya gak nyangka banget ya ternyata guling benar-benar dibuat untuk menemani orang yang kesepian, kayak kita-kita gini!(Asal Usul)

Sejarah Bahasa Melayu

Add Comment
Sejarah Bahasa Melayu - Asal usul perkataan Melayu masih belum dapat disahkan oleh sejarawan.Bagaimanapun terdapat beberapa bukti sejarah yang cuba mengaitkan asal-usul bahasa Melayu, seperti mana berikut:



  • Catatan orang China yang menyatakan bahawa sebuah kerajaan Mo-lo-yeu mempersembahkan hasil bumi kepada raja China sekitar 644-645 Masihi. Dikatakan orang Mo-lo-yeu mengirimkan Utusan ke negara China untuk mempersembahkan hasil-hasil bumi kepada raja China.
  • Ada yang mempercayai kerajaan Mo-lo-yeu berpusat di daerah Jambi, Sumatera , daripada sebatang sungai yang deras alirannya, iitu Sungai Melayu.
  • Satu lagi catatan orang China ialah catatan rahib Buddha bernama I-Tsing yang menggunakan kata ma-lo-yu tentang dua buah kerajaan yang dilawatinya sekitar 675 Masihi.
  • Dalam bahasa Jawa Kuno, perkataan ``Mlayu'' bermaksud berlari atau mengembara. Hal ini boleh dipadankan dengan orang Indo-Melayu (Austonesia) yang bergerak dari Yunan. 



Asal Usul Bangsa Melayu 


  • Dipercayai berasal daripada golongan Austronesia di Yunan.
  • Kumpulan pertama dikenali sebagai Melayu Proto.
  • Berpindah ke Asia Tenggara pada Zaman Batu Baru (2500 Sebelum Masihi) 
  • Keturunannya Orang Asli di Semenanjung Malaysia, Dayak di Sarawak dan Batak di Sumatera.
  • Kumpulan kedua dikenali sebagai Melayu Deutro. Berpindah ke Asia Tenggara pada Zaman Logam kira-kira 1500 Sebelum Masihi.
  • Keturunannya orang Melayu di Malaysia. Dikatakan lebih bijak dan dan mahir daripada Melayu Proto. Bijak dalam bidang astronomi, pelayaran dan bercucuk tanam. Bilangan lebih banyak daripada Melayu Proto. Menduduki kawasan pantai dan lembah di Asia Tenggara.
  • Bangsa Melayu
  • Gambarajah di atas menunjukkan hasil kajian yang dibuat tentang susur galur bangsa Melayu bermula dari Nabi Nuh.


Berikut pula menerangkan bagaimana pertalian hubungan bangsa Melayu di Nusantara. Kumpulan pertama dan kedua, dikenali sebagai Austronesia. Bahasa-bahasa yang terdapat di Nusantara sekarang berpunca daripada bahasa Austronesia ini. Nik Safiah Karim menerangkan bahawa bahasa Austronesia ialah satu rumpun bahasa dalam filum bahasa Austris bersama-sama dengan rumpun bahasa Austroasia dan Tibet-China (rujuk carta alir di atas).Bahasa Melayu termasuk dalam bahasa-bahasa Golongan Sumatera bersama-sama dengan bahasa-bahasa Acheh, Batak, Minangkabau, Nias, Lampung dan Orang Laut.

Perkembangan Bahasa Melayu 

Ahli bahasa membahagikan perkembangan bahasa Melayu kepada tiga tahap utama iaitu:


  • Bahasa Melayu Kuno 
  • Bahasa Melayu Klasik 
  • Bahasa Melayu Moden. 
  • Bahasa Melayu Kuno 


Merupakan keluarga bahasa Nusantara. Kegemilangannya dari abad ke-7 hingga abad ke-13 pada zaman kerajaan Sriwijaya, sebagai lingua franca dan bahasa pentadbiran. Penuturnya di Semenanjung, Kepulauan Riau dan Sumatera. Ia menjadi lingua franca dan sebagai bahasa pentadbiran kerana:


  • Bersifat sederhana dan mudah menerima pengaruh luar
  • Tidak terikat kepada perbezaan susun lapis masyarakat 
  • Mempunyai sistem yang lebih mudah berbanding dengan bahasa Jawa.
  • Banyak dipengaruhi oleh sistem bahasa Sanskrit. Bahasa Sanskrit kemudian dikenal pasti menyumbang kepada pengkayaan kosa kata dan ciri-ciri keilmuaan (kesarjanaan) Bahasa Melayu. 
  • Bahasa Melayu mudah dipengaruhi Sanskrit kerana: 


Pengaruh agama Hindu
Bahasa Sanskrit terletak dalam kelas bangsawan, dan dikatakan mempunyai hierarki yang tinggi.
Sifat bahasa Melayu yang mudah dilentur mengikut keadaan dan keperluan.
Bahasa Melayu kuno pada batu-batu bersurat abad ke-7 yang ditulis dengan huruf Pallawa:

  • Batu bersurat di Kedukan Bukit, Palembang (683 M) 
  • Batu bersurat di Talang Ruwo, dekat Palembang (684 M) 
  • Batu bersurat di Kota Kampur, Pulau Bangka (686 M) 
  • Batu bersurat di Karang Brahi, Meringin, daerah Hulu Jambi (686 M) 
  • Bahasa Melayu kuno pada batu bersurat di Gandasuli, Jawa Tengah (832 M) ditulis dalam huruf Nagiri. 


Ciri-ciri bahasa Melayu kuno: 


  • Penuh dengan kata-kata pinjaman Sanskrit 
  • Susunan ayat bersifat Melayu 
  • Bunyi b ialah w dalam Melayu kuno (Contoh: bulan - wulan)
  • Bunyi e pepet tidak wujud (Contoh dengan - dngan atau dangan)
  • Awalan ber- ialah mar- dalam Melayu kuno (contoh: berlepas-marlapas)
  • Awalan di- ialah ni- dalam bahasa Melayu kuno (Contoh: diperbuat - niparwuat)
  • Ada bunyi konsonan yang diaspirasikan seperti bh, th, ph, dh, kh, h (Contoh: sukhatshitta)
  • Huruf h hilang dalam bahasa moden (Contoh: semua-samuha, saya: sahaya) 
  •  Perkembangan Bahasa Melayu


Peralihan Bahasa Melayu Kuno Ke Bahasa Melayu Klasik

Peralihan ini dikaitkan dengan pengaruh agama Islam yang semakin mantap di Asia Tenggara pada abad ke-13. Selepas itu, bahasa Melayu mengalami banyak perubahan dari segi kosa kata, struktur ayat dan tulisan. Terdapat tiga batu bersurat yang penting:

 Batu bersurat di Pagar Ruyung, Minangkabau (1356). Ditulis dalam huruf India. Mengandungi prosa melayu kuno dan beberapa baris sajakm Sanskrit. Bahasanya berbeza sedikit daripada bahasa batu bersurat abad ke-7.
 Batu bersurat di Minye Tujuh, Acheh (1380). Masih memakai abjad India dan buat pertama kalinya terdapat penggunaan kata-kata Arab seperti kalimat nabi, Allah dan rahmat
 Batu bersurat di Kuala Berang, Terengganu (1303-1387). Diitulis dalam tulisan Jawi membuktikan tulisan Arab telah telah digunakan dalam bahasa Melayu pada abad itu.
Ketiga-tiga batu bersurat ini merupakan bukti catatan terakhir perkembangan bahasa Melayu kerana selepas abad ke-14, muncul kesusasteraan Melayu dalam bentuk tulisan.

Bahasa Melayu Klasik 

Kegemilangannya boleh dibahagikan kepada tiga zaman penting:


  • Zaman kerajaan Melaka 
  • Zaman kerajaab Acheh 
  • Zaman kerajaan Johor-Riau 
  • Antara tokoh-tokoh penulis yang penting ialah Hamzah Fansuri, Syamsuddin al-Sumaterani, Syeikh Nuruddin al-Raniri dan Abdul Rauf al-Singkel. 


Ciri-ciri bahasa klasik:


  • Ayat: panjang, berulang, berbelit-belit.
  • Banyak ayat pasif.
  • Menggunakan bahasa istana 
  • Kosa kata klasik: ratna mutu manikam, edan kesmaran (mabuk asmara), sahaya, masyghul (bersedih)
  • Banyak menggunakan perdu perkataan (kata pangkal ayat): sebermula, alkisah, hatta, adapun.
  • Ayat songsang
  • Banyak menggunakan partikel ``pun'' dan `'lah'' 
  • Bahasa Melayu Moden 


Bermula pada abad ke-19. Hasil karangan Munsyi Abdullah dianggap sebagai permulaan zaman bahasa Melayu moden. Sebelum penjajahan Beritish, bahasa Melayu mencapai kedudukan yang tinggi, berfungsi sebagai bahasa perantaraan, pentadbiran, kesusasteraan, dan bahasa pengantar di pusat pendidikan Islam. Selepas Perang Dunia Kedua, British merubah dasar menjadikan bahasa Inggeris sebagai pengantar dalam sistem pendidikan. Semasa Malaysia mencapai kemerdekaan, Perlembagaan Persekutuan Perkara 152 menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan.

Akta Bahasa Kebangsaan 1963/1967 menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa rasmi negara. Laporan Razak 1956 mencadangkan bahasa Melayu sebagai pengantar dalam sistem pendidikan negara.(Asal Usul)

Asal-Usul Manusia Menurut Islam

Add Comment
Asal-Usul Manusia Menurut Islam - Al-Quran menjelaskan beberapa tahapan dalam proses kejadian dan asal-usul manusia secara rinci. Ketiga tahapan tersebut antara lain kejadian dan asal usul manusia pertama, kedua, dan ketiga. Berikut ini penjelasan dari masing-masing tahapan tersebut.

1. Kejadian dan Asal-usul Manusia Pertama
Kejadian dan asal-usul manusia pertama yang berarti pula proses penciptaan Adam diawali oleh pembentukan fisik dengan membuatnya langsung dari tanah yang kering yang kemudian ditupkan ruh ke dalamnya sehingga ia hidup. Keterangan tersebut sesuai dengan hadis riwayat Tirmidzi, dimana Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam as dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh bagian bumi, maka anak cucu Adampun seperti itu, sebagian ada yang baik dan buruk, ada yang mudah (lembut) dan kasar dan sebagainya.”

2. Kejadian dan Asal-usul Manusia Kedua
Alloh menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasangan. Begitupun dengan manusia, Adam yang diciptakan hendak dipasangkan oleh Alloh dengan lawan jenisnya yang diciptakan dari tulang rusuk Adam, yaitu Siti Hawa. Keterangan tersebut sesuai dengan firman Alloh QS. An-Nisa, ayat 1 berikut:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

3. Kejadian dan Asal-usul Manusia Ketiga
Kejadian dan asal usul manusia ketiga terkait  dengan proses kejadian seluruh umat keturunan Nabi Adam dan Siti Hawa (Kecuali Isa, AS.) proses kejadian manusia yang disebutkan dalam Al-Qur,an ternyata setelah dewasa ini dapat dipertanggung jawabkan secara medis. Dalam Al-Qur’an, asal-usul manusia secara biologi dijelaskan dalam Surat Al-Mu’minuun : 12-14 berikut ini:
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu’minuun : 12-14).
Dari ketiga asal-usul penciptaan manusia menurut agama Islam di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa, islam memandang manusia secara substantif terbagi ke dalam 2 hal, yaitu substansi materi (badan) dan substansi immateri (jiwa).(Asal Usul)

Sejarah Dajjal

1 Comment
Sejarah Dajjal - Ada riwayat Muslim yang diterima dari Fatimah binti Qais mengatakan: “Saya telah mendengar muazzin Rasulullah s.a.w memanggil untuk solat. Saya pun pergi ke masjid dan solat bersama Rasulullah s.a.w. Selesai solat, Rasulullah s.a.w naik ke atas mimbar. Nampak semacam bergurau Baginda tertawa dan berkata: “Jangan ada yang bergerak. Hendaklah semua duduk di atas sajadahnya.” Kemudian berkata: “Tahukah kamu mengapa aku memerintahkan kamu jangan ada yang pulang?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”



Rasulullah s.a.w berkata lagi: “Demi Allah aku me-nyuruh kamu berkumpul di sini bukan ingin menakut-nakuti dan bukan memberi khabar gembira. Aku ingin menceritakan kepada kamu bahawa Tamim Al-Dariy adalah seorang Nasrani, kemudian dia datang menjumpai aku dan masuk Islam. Dia ada bercerita kepadaku tentang satu kisah tentang Dajjal. Kisah yang dia ceritakan itu sesuai dengan apa yang telah aku ceritakan kepada kamu sebelumnya.

Katanya dia bersama 30 orang kawannya pergi ke laut dengan menaiki kapal. Angin kencang datang bertiup dan ombak besar membawa mereka ke tengah-tengah samudera yang luas. Mereka tidak dapat menghalakan kapalnya ke pantai sehingga terpaksa berada di atas laut selama satu bulan. Akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau menjelang terbenamnya matahari. Di pulau yang tidak ditempati orang itu mereka berjumpa dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga tidak nampak mana jantina dan duburnya.

Mereka bertanya kepada binatang itu: “Makhluk apa engkau ini?” Binatang itu menjawab: “Saya adalah Al-Jassasah.” Mereka tanya: “Apa itu Al-Jassasah?” Binatang itu hanya menjawab: “Wahai kumpulan lelaki, pergilah kamu ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini, sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dengan kamu. Mereka pun pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh binatang itu.

Di sana mereka menjumpai seorang lelaki yang sangat besar dan tegap. Ertinya mereka tidak pernah melihat orang sebesar itu. Dari tangannya sampai ke tengkuknya dikuatkan dengan besi, begitu juga dari lututnya sampai ke telapak kakinya. Mereka bertanya: “Siapakah anda?” Orang seperti raksaksa itu menjawab: “Kamu telah mendengar cerita tentang aku. Sekarang aku pula ingin bertanya: “Siapa kamu ini?”

Mereka menjawab: “Kami adalah manusia berbangsa Arab. Kami pergi ke laut menaiki kapal, tiba-tiba datang ombak besar membawa kami ke tengah-tengah samudera luas dan kami berada di lautan selama satu bulan. Akhirnya kami terdampar di pulau yang tuan tempati ini.



“Pada mulanya kami berjumpa dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga kami tidak dapat mengenali jantinanya. Kami tanya siapa dia katanya Al-Jassasah. Kami tanya apa maksudnya dia hanya menjawab: “Wahai kumpulan lelaki, pergilah kamu ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini, sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dengan kamu.”

Itulah sebabnya kami datang ke tempat ini. Sekarang kami sudah berjumpa dengan tuan dan kami ingin tahu siapa tuan sebenarnya.” Makhluk yang sangat besar itu belum menjawab soalan mereka terus sahaja mengemukakan soalan: “Ceritakan kamu kepadaku keadaan kebun kurma yang di Bisan itu,” nama tempat di negeri Syam. Mereka menjawab: “Keadaan apanya yang tuan maksudkan?” Orang besar itu menjawab: “Maksudku apakah pokok kurma itu berbuah?” Setelah mereka menjawab bahawa pokok kurma itu berbuah, orang besar tadi berkata: “Aku takut pokok itu tidak berbuah.”

Orang besar itu bertanya lagi: “Ceritakan kepadaku tentang sungai Tabarah.” Mereka menjawab: “Tentang apanya yang tuan maksudkan?” Lelaki itu menjawab: “Maksudku airnya apakah masih ada.” Mereka menjawab: “Airnya tidak susut.” Lelaki itu berkata: “Air sungai itu disangsikan akan kering.”

Akhirnya lelaki seperti raksaksa itu berkata: “Kalau begitu ceritakan kepadaku tentang Nabi Al-Amin itu, apa yang dia buat?” Mereka menjawab: “Dia telah berhijrah dari Makkah ke Madinah.” Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah dia diperangi oleh orang-orang Arab?” Mereka menjawab: “Ya, dia diperangi oleh orang-orang Arab.” Lelaki itu bertanya lagi: “Kalau begitu apa pula tindakan dia terhadap mereka?” Mereka ceritakan bahawa Rasulullah s.a.w telah mengembangkan dakwahnya dan sudah ramai pengikutnya.

Orang besar itu berkata lagi: “Memang begitulah, padahal mereka beruntung jika taat kepadanya.” Kata orang besar itu lagi: “Sekarang aku terangkan kepada kamu bahawa aku adalah Al-Masih Dajjal. Nanti aku akan diberi izin keluar, lalu aku pun akan menjelajah dunia ini. Dalam masa empat puluh malam sudah dapat aku jalani semua, kecuali Makkah dan Madinah yang aku tidak dapat memasukinya. Negeri Makkah dan Madinah dikawal oleh para Malaikat, maka aku tidak dapat menembusinya.”

Kata Tamim Al-Dariy lagi, “Rasulullah s.a.w menekankan tongkatnya di atas mimbar sambil berkata: “Inilah negeri yang tidak dapat dimasukinya itu, iaitu Madinah. Saudara-saudara sekalian apakah sudah aku sampaikan cerita ini kepada kamu?” Mereka menjawab: “Ya, sudah ya Rasulullah.” Rasulullah s.a.w berkata lagi: “Sememangnya hadis Tamim itu lebih meyakinkan saya lagi. Ceritanya itu bersesuaian dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu sebelumnya, iaitu tentang Makkah dan Madinah yang dikatakan tidak dapat dimasuki Dajjal. Cuma dia ada mengatakan di lautan Syam atau di laut Yaman. Tidak, bahkan ia dari arah timur. Ia dari arah timur,” kata Rasulullah s.a.w sambil menunjuk ke arah timur.

Rasulullah s.a.w telah menguatkan lagi bahawa Dajjal akan datang dari arah timur. Ada yang mengatakan bahawa Dajjal akan datang dari Khurasan atau Asfihan.(Asal Usul)

Asal Usul Nasi Lemak

Add Comment
Asal Usul Nasi Lemak - Asal usul Nasi Lemak di Malaysia telah diketahui oleh orang ramai. Nasi Lemak merupakan makanan tradisional Melayu yang berasal dari Semenanjung Malaysia sejak zaman dahulu. Sehingga zaman terkini, Nasi Lemak telah menjadi makanan yang sangat popular dan dijadikan makanan ruji hajian tanpa mengira pagi, petang ataupun malam. Nama Nasi Lemak mendapat gelaran daripada cara penggunaan santan untuk memasak nasi. Santan khususnya merupakan bahan masakan yang sering digunakan oleh masyarakat melayu tradisional. Oleh itu, Asal Usul Nasi Lemak dikaitkan dengan penggunaan santan dalam nasi yang membuatkan rasa nasi itu berlemak.

Asal Usul Nasi Lemak


Asal Usul Nasi Lemak adalah berasal dari tanah semenanjung Malaysia. Nasi Lemak juga menjadi makanan popular di Semenanjung Melayu dan pantai timur Sumatera. Pada era kesultanan Melaka, ada sepasang ibu dan anak bernama Mak Kuntum dan Seri. Suami Mak Kuntum telah lama terkorban dalam pertempuran menentang musuh di selat melaka. Oleh sedemikian, Mak Kuntum terpaksa bekerja mengambil upah mengurut untuk menyara kehidupan sendiri dan anaknya. Mak Kuntum sentiasa keluar pada setiap awal pagi untuk mencari pelanggan. Seri terpaksa tinggal seorang diri di rumah untuk menjalankan kerja rumah seperti memasak, mengemaskan rumah dan sebagainya.

Pada suatu hari, Seri sudah timbul rasa jemu dengan nasi dan lauk-pauk kerana masak dengan cara yang sama. Oleh sebab itu, Seri mula memikirkan cara lain untuk memasak nasi supaya terdapat kelainan pada rasa nasi. Mula-mula Seri memasukkan sedikit lengkuas ke dalam nasi yang sedang dimasak. Selepas itu, Seri mencampurkan sehelai daun pandan untuk menyerikan lagi nasi tersebut supaya dapat membangkitkan seleranya dan ibunya.

Pada waktu tengah hari, semasa Mak Kuntum pulang ke rumah, Seri menghidangkan nasi ciptaannya itu kepada ibunya. Mak Kuntum berasa terperanjat melihatkan nasi yang tidak pernah dilihat sepanjang hayatnya. "Apa kau masak ni, Seri?" Jawapan Seri : "Nasi le! Mak!" Seri jawab dengan berulang kali. Mak Kuntum bertanyakan lagi kepada Seri. Seri menjawap dengan jawapan yang sama : "Nasi le mak!", "Nasi le mak!", "Nasi le mak!". Semenjak hari itu, nasi tersebut dikenali sebagai Nasi Lemak.

Nasi Lemak adalah sesuatu makanan yang dilipatkan dengan daun pisang dalam bentuk segitiga dan merupakan makanan Melayu kegemaran bagi orang Malaysia, Indonesia dan Singapura, terutama sebagai sarapan pada waktu pagi dan minum petang. Nasi Lemak dapat ditemui di semua bahagian Malaysia dan juga Singapura. Di Indonesia, Nasi Lemak lazim ditemukan di pesisir timur Sumatera, terutama di Riau, Jambi dan Sumatera Utara. Nasi Lemak merujuk kepada nasi yang dimasak dengan menggunakan santan kelapa untuk menambah rasa lemaknya yang lazat. Kadangkala daun pandan dimasukkan semasa Nasi Lemak dimasak bagi menambahkan aromanya.

Selain daripada itu, Nasi Lemak biasanya dihidangkan dengan telur, timun, ikan bilis goreng ,kacang goreng dan sambal. Tetapi pada masa kini, Nasi Lemak dijual dengan pelbagai lauk yang termasuk tetapi tidak terhad kepada daging, ayam, sotong, udang, limpa, dan hati (lembu). Kaum Cina tempatan juga ada ramai yang suka memasak Nasi Lemak dengan lauk khinzir.

Nasi Lemak lazimnya terkenal dan disebut demikian di Semenanjung Melayu dan pantai timur Sumatera. Sementara di Jakarta, hidangan yang mirip Nasi Lemak dikenali dengan nama nasi uduk, sedangkan di Jawa Tengah dengan nama sega liwet atau nasi liwet. Manakala di Aceh, hidangan yang mirip Nasi Lemak disebut nasi gurih. Pada masa sekarang, Nasi Lemak telah diubahsuai dengan dihidangkan pelbagai jenis lauk pauk dan diterima umum untuk menjadikannya sebagai punca pendapatan kepada peniaga.

Pada masa kini, Nasi Lemak bukan sahaja dinikmati pada waktu pagi dan minum petang. Malahan, ramai orang juga suka menikmati Nasi Lemak pada waktu malam atau sebagai jamuan. Oleh sebab itu, Nasi Lemak merupakan satu sajian makanan yang ringkas lalu dijadikan makanan pilihan warga kota yang sentiasa kesibukkan. Harga yang murah juga mendorong makanan terkenal ini semakin mudah didapati di mana-mana kedai atau gerai sahaja. Biasanya harga semasa untuk Nasi Lemak adalah berada di dalam lingkungan Ringgit Malaysia 1 sehingga 6 sebungkus.

 Bahan-Bahan untuk Nasi Lemak (4-6 orang)

Bahan untuk Nasi

  • 2 cawan beras 
  • 1 cawan santan n 1 cawan air( jun guna 1/2 cawan santan pekat n 1 1/2 cawan air) 
  • 1 helai daun pandan - disimpul 
  • 3 hirisan halia 
  • secubit garam 



Bahan-bahan untuk Sambal


  • 2 cawan ikan bilis 
  • 20 tangkai cili kering dikisar halus 
  • 3 labu bawang besar juga dikisar halus 
  • 3 bawang merah 
  • 2 bawang putih 
  • Sedikit halia 
  • 1 cawan air asam jawa 
  • 2 labu bawang besar dimayang kasar 
  • 2 sudu besar gula 
  • Garam secukup rasa 
  • Sedikit belacan (atas citarasa sendiri ingin masukkan atau tidak) 



Bahan Sampingan Lain


  • Ikan bilis goring, telur rebus dan timun. 



Cara-Cara untuk menyediakan Nasi Lemak


Basuh beras sebersihnya dan rendam dalam air bersih selama 3-4 jam. Sehingga beras nampak sedikit memanhang dan kembang. Jika hendak masak pada siang pagi, sebaik mungkin merendam dari malam atau semalaman. Selepas bangun pagi sudah boleh terus kukus.

Basuh beras sepintas lalu dan panas air dalam pengukus anda. Selepas air sudah menggelegak, kukus beras tadi dalam pengukus yang telah dilapik dengan daun pisang mengikut suka hati. semasa mengukus, cucuk beras dengan cari supaya nampak macam berlubang-lubang untuk pengewapan. Kukus selama lebih kurang 20 minit.

Selepas 20 minit dikukus, angkat beras tadi dan gaulkan dengan santan yang telah dicampur dengan sedikit garam, gula dan hirisan halia. gaulkan ke atas beras dalam keadaan panas dan biarkan beras yang telah bersalut santan seketika dalam masa lebih kurang 15 minit.

Setelah dibiarkan selama 15 minit, kukus semula beras tadi disertakan dengan beberapa helai daun pandan. Kukus semula beras tadi sehingga beras kelihatan menjadi nasi, kelihatan berderai, cantik dan santan habis terserap pada beras. Seperti biasa semasa mengukus, membuat lubang dalam beras dengan jari supaya beras akan masak sekata.


Cara-Cara untuk Menyediakan Nasi Lemak 


1) Basuh beras beberapa kali. Masukkan santan, air, halia dan daun pandan yang disimpul.

2) Masak dalam periuk yang bertutup di atas api kecil sehingga masak.

3) Rendam beras itu selama lebih kurang 20 minit sebelum tanak.

4) Boleh dihidangkan dengan telur rebus, timum, kacang dan ikan bilis goring.


Cara-Cara untuk Menyediakan Sambal 


5) Goreng ikan bilis bersama bawang besar yang telah dihiris untuk seketika. Tidak perlu goring sampai garing. Secukup sekadar nampak kelayuan.

6) Kisarkan cili kering, 3 biji bawang merah, 2 biji bawang putih, sepotong halia dan sedikit belacan.

7) Tumiskan bahan yang dikisar sehingga pecah minyak dengan api pelahan. Kacau sesekali dan apabila kelihatan sedikit garing, tambahkan air mengikut kuantiti kuah yang cukup. Biarkan lagi sehingga mendidih dan nampak seperti pecah minyak dan warna kelihatan merah cantik.

8) Masukkan 2 sudu besar gula, garam dan sedikit air asam jawa. Rasa boleh disesuaikan mengikut cita rasa masing-masing.

 

9) Setelah berpuas hati, masukkan ikan bilis dan bawang besar yang telah digoreng tadi. Kacau untuk seketika bagi rasa itu diserap.

10) Setelah sambal itu nampak sudah cukup pekat, api boleh ditutupkan dengan segera.

Nasi Lemak pada asalnya bukan merupakan makanan sarapan harian atau minim petang dan bukan wajib untuk masyarakat Melayu sahaja pada umumnya. Amalan pemakanan Nasi Lemak merupakan satu bentuk bekalan hidangan/ bungkusan makanan kepada para pesawah padi mahupun orang yang mengusahakan kebun getah, kelapa sawit, sayur-sayuran dan lain-lain. Nasi Lemak memang merupakan sesuatu makanan yang istimewa dan sesuai dihidangkan pada bila-bila masa.

Oleh kerana Nasi Lemak mempunyai jumlah kalori/ tenaga yang tinggi, selain mempunyai komposisi lemak yang tinggi untuk memebekalkan tenaga yang lebih baik dari karbohidrat, kebanyakan masyarakat Melayu di Semenanjung Malaysia, Selatan Thai, Brunei dan Singapura, menjadikan Nasi Lemak sebagai bekalan untuk santapan mereka selepas membanting keringat.(Asal Usul)

Asal Mula Gunung Salak

Add Comment
Asal Mula Gunung Salak - Fenomena booming batu akik sedang melanda masyarakat Indonesia. Namun di balik itu, batu akik merupakan salah satu mineral yang terbentuk dari proses yang panjang. Beberapa jenis batu akik yang populer di Indonesia itu mulai dari batu bacan, safir, zamrud, ruby, giok, kecubung, dan banyak lagi.

Asal Mula Gunung Salak



Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan, hampir semua mineral dan batuan yang ada di muka bumi termasuk batu akik, berasal dari magma cair yang ada di dalam perut bumi, dengan kedalaman lebih dari 160 km dari permukaan tanah.

Sifatnya yang cair tersebut, membuat magma yang panasnya mencapai 1.000-1.300 derajat celcius terdorong naik ke permukaan dari proses vulkanik. Bila berhasil keluar, maka biasa disebut hasil erupsi gunung api. Sementara itu, bila magma cair terdorong naik perlahan ke permukaan tanah melalui rekan atau retakan, maka akan membentuk lapisan-lapisan mineral dan batuan.

Ketika magma cair ini naik lewat lapisan atau retakan tanah, dan mengalami proses hidrotermal dan pendinginan, maka terbentuklah batuan. Nah, batuan yang pertama kali terbentuk adalah intan. Batuan ini sangat keras, tingkat kekerasannya mencapai 10 MOHS (tingkat kekerasan batu), tidak ada batuan lain sekeras intan.

"Magma ini terus menerus akan berusaha naik. Makin naik magma mengalami proses pendinginan atau proses hidrotermal, dan mengalami proses pengotoran. Pengotoran ini maksudnya magma tersebut tercampur oleh tanah, ketika masuk di celah-celah tanah atau batuan yang terlewati magma," kata pria yang akrab disapa Mbah Rono ini, di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/3/2015).

Surono mengungkapkan, proses hidrotermal ini yang membentuk magma menjadi mineral atau batuan. Bila terbentuk mineral, maka bisa menjadi besi, tembaga, emas, nikel, dan banyak lagi. Tapi, proses hidrotermal juga membentuk batuan kristal, yang membentuk seperti intan, sampai batu akik, hingga batu koral atau batu sungai/kali.

"Jadi bisa dibilang magma ini mbahnya batu akik," ujarnya.

Namun, proses naiknya magma ke permukaan tanah memerlukan waktu yang sangat lama, diperlukan waktu jutaan hingga miliaran tahun, hingga akhirnya bongkahan batu akik terbentuk. Batu akik ini tidak berada di kedalaman tanah yang cukup dalam. Justru lebih banyak berada di permukaan tanah, bahkan tersebar oleh arus sungai.

"Banyak orang pencinta akik, sampai ahli akik banyak cari batu akik di aliran sungai," kata Surono.

Bagi ahli Geologi, batu akik adalah jenis batu biasa pada umumnya, yang mengalami proses hidrotermal dan membentuk kristal.

"Berharga atau tidaknya batu akik, hanya orang yang ahli akik saja yang menilainya. Karena sampai saat ini belum ada standar baku yang menentukan harga batu akik. Ini berbeda dengan emas atau intan, yang ada standar baik itu kualitasnya, yang bisa dilihat berapa karat dan kemurniannya," tutup Surono.
(Asal Usul)

Asal Usul Batu Akik

Add Comment
Asal Usul Batu Akik - Fenomena booming batu akik sedang melanda masyarakat Indonesia. Namun di balik itu, batu akik merupakan salah satu mineral yang terbentuk dari proses yang panjang. Beberapa jenis batu akik yang populer di Indonesia itu mulai dari batu bacan, safir, zamrud, ruby, giok, kecubung, dan banyak lagi.

Asal Usul Batu Akik



Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan, hampir semua mineral dan batuan yang ada di muka bumi termasuk batu akik, berasal dari magma cair yang ada di dalam perut bumi, dengan kedalaman lebih dari 160 km dari permukaan tanah.

Sifatnya yang cair tersebut, membuat magma yang panasnya mencapai 1.000-1.300 derajat celcius terdorong naik ke permukaan dari proses vulkanik. Bila berhasil keluar, maka biasa disebut hasil erupsi gunung api. Sementara itu, bila magma cair terdorong naik perlahan ke permukaan tanah melalui rekan atau retakan, maka akan membentuk lapisan-lapisan mineral dan batuan.

Ketika magma cair ini naik lewat lapisan atau retakan tanah, dan mengalami proses hidrotermal dan pendinginan, maka terbentuklah batuan. Nah, batuan yang pertama kali terbentuk adalah intan. Batuan ini sangat keras, tingkat kekerasannya mencapai 10 MOHS (tingkat kekerasan batu), tidak ada batuan lain sekeras intan.

"Magma ini terus menerus akan berusaha naik. Makin naik magma mengalami proses pendinginan atau proses hidrotermal, dan mengalami proses pengotoran. Pengotoran ini maksudnya magma tersebut tercampur oleh tanah, ketika masuk di celah-celah tanah atau batuan yang terlewati magma," kata pria yang akrab disapa Mbah Rono ini, di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/3/2015).



Surono mengungkapkan, proses hidrotermal ini yang membentuk magma menjadi mineral atau batuan. Bila terbentuk mineral, maka bisa menjadi besi, tembaga, emas, nikel, dan banyak lagi. Tapi, proses hidrotermal juga membentuk batuan kristal, yang membentuk seperti intan, sampai batu akik, hingga batu koral atau batu sungai/kali.

"Jadi bisa dibilang magma ini mbahnya batu akik," ujarnya.

Namun, proses naiknya magma ke permukaan tanah memerlukan waktu yang sangat lama, diperlukan waktu jutaan hingga miliaran tahun, hingga akhirnya bongkahan batu akik terbentuk. Batu akik ini tidak berada di kedalaman tanah yang cukup dalam. Justru lebih banyak berada di permukaan tanah, bahkan tersebar oleh arus sungai.

"Banyak orang pencinta akik, sampai ahli akik banyak cari batu akik di aliran sungai," kata Surono.

Bagi ahli Geologi, batu akik adalah jenis batu biasa pada umumnya, yang mengalami proses hidrotermal dan membentuk kristal.

"Berharga atau tidaknya batu akik, hanya orang yang ahli akik saja yang menilainya. Karena sampai saat ini belum ada standar baku yang menentukan harga batu akik. Ini berbeda dengan emas atau intan, yang ada standar baik itu kualitasnya, yang bisa dilihat berapa karat dan kemurniannya," tutup Surono.
(Asal Usul)