Nabi Daud Penemu Baju Besi

Add Comment
Nabi Daud Penemu Baju Besi - Dalam menafsirkan ayat 10-11 surah Saba ini, Ibnu Katsir mengutip pendapat Hasan Bashri yang mengatakan bahwa anugerah yang diberikan Allah kepada Nabi Daud adalah kemampuan yang sangat luar biasa dalam menipiskan atau memipihkan atau membakarnya untuk menempa besi tersebut.


''Daud tidak perlu membakar besi terlebih dahulu untuk memipihkannya dengan palu. Namun, cukup dengan lipatan-lipatan tangannya sebagaimana yang dilakukan para tukang jahit. Karena itu, Allah berfirman, 'Buatlah baju besi yang besar-besar'.''

Kemampuan yang dimiliki Nabi Daud dalam melunakkan besi ini berbeda dengan yang dilakukan Dzulqarnayn pada abad ke-6 SM (545 SM). Dalam surah Alkahfi ayat 96, ditegaskan bahwa Dzulqarnayn berkata, ''Berilah aku potongan-potongan besi.'' Apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnayn, ''Tiuplah (api itu).'' Apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, ''Berilah aku tembaga (yang mendidik) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.''

Lebih lanjut, Ibnu Katsir menyatakan, Daud merupakan orang pertama kali yang membuat baju besi. Sebelum itu, hanya berupa lempengan tameng. ''Dan, ukurlah anyamannya,'' yakni jangan terlalu melunakkan penyambungan antarlempengan karena akan membuat longgar dan berisik serta jangan pula terlampau mengencangkan anyamannya karena bisa mereka. Namun, buatlah sesuai dengan ukuran tertentu.

Sami bin Abdullah al-Maghluts berkata, pada awalnya manusia menggunakan batu yang ditempa untuk melakukan perburuan atau peperangan, baik untuk membuat pedang, panah, maupun pisau.

Sementara itu, pada masa Nabi Daud AS, lanjut Sami, manusia bisa membuat baju-baju besi, yakni berupa lembaran-lembaran. Jadi, dia (Daud--Red) merupakan manusia pertama yang memperkenalkan dan menjalinkannya, yakni menjadikan besi dalam bentuk beberapa jalinan sebagaimana disebutkan dalam surah Saba ayat 10-11 tersebut.

Bentuk baju, perisai, alat perang, seperti panah, tombak, pedang, atau jenis alat perang lainnya di zaman Nabi Daud AS.(Asal Usul)

Oliva Hallisey : Penemu Metode Deteksi Ebola Kurang dari 30 Menit

Add Comment
Oliva Hallisey : Penemu Metode Deteksi Ebola Kurang dari 30 Menit- Oliva Hallisey, seorang gadis berusia 16 tahun dari Connecticut, Amerika Serikat, menemukan cara mendeteksi virus Ebola dengan cara cepat, murah, dan stabil. Inovasi besar siswi tingkat pertama Greenwich High School itu memenangkan Google Science Fair 2015, yang dihelat di Mountain View, California.



Metode deteksi Ebola yang ditemukan Hallisey merupakan tes sederhana yang bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 30 menit. Deteksi itu bahkan bisa dilakukan sebelum seseorang menunjukkan gejala terinfeksi. Hallisey berujar, saat ini metode deteksi Ebola terbilang kompleks, mahal, dan lambat. Dibutuhkan waktu hingga 12 jam sejak dari pengujian hingga konfirmasi diagnosis.

"Tes yang saya temukan menyediakan deteksi yang murah, cepat, dan akurat, berdasarkan perubahan warna dalam waktu 30 menit pada individu sebelum mereka menunjukkan gejala dari infeksi virus," ungkap Hallisey, seperti dilansir Business Insider.

Karena belum menguji penemuannya terhadap pasien terinfeksi virus Ebola yang sesungguhnya, temuan Hallisey diarahkan untuk dapat mendeteksi protein dari virus tersebut. Sehingga, tes Hallisey juga bisa disesuaikan untuk mendeteksi HIV, virus dengue, demam kuning, penyakit Lyme, dan beberapa jenis kanker.

Tes yang ia rancang tetap menggunakan komponen utama tes Ebola yang saat ini ada, yakni tes enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Tes memanfaatkan sistem kekebalan tubuh manusia untuk menandai virus dan bakteri sebagai penjajah dan bahan kimia yang bisa berubah warna jika antibodi tersebut mengikat protein Ebola.

Untuk menjamin akurasi tes, Hallisey menggunakan serat sutra untuk menstabilkan bahan kimia yang digunakan. Elemen itu memungkinkan tes bisa dilakukan pada suhu kamar tanpa memerlukan pendingin ruangan.

Deteksi dini infeksi virus sangat penting bagi pasien, karena dapat memperbesar kemungkinan mereka untuk bertahan hidup. Berkat temuannya, Hallisey mengungguli 22 finalis lain dalam Google Science Fair dan memenangkan dana beasiswa sebesar 50 ribu dolar AS.

Festival IPTEK yang berlangsung di markas Google itu digagas oleh Derek Muller, pencipta rekayasa saluran Veritasium. Pekan sains itu dimaksudkan untuk menantang ilmuwan, penemu, dan inovator muda dari seluruh dunia untuk terus berinovasi.(Asal Usul)

Hindiba, Obat Kanker Warisan Islam

1 Comment
Hindiba, Obat Kanker Warisan Islam - Literatur pengobatan masa lalu tak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, literatur kuno itu bisa menjadi rujukan untuk menguji kebenaran penggunaan obat di masa lalu dan penggunaanya yang lebih luas pada masa kini.



Para ahli kesehatan di masa lalu mengalami keterbatasan untuk melakukan pembedahan karena perkembangan teknologi kedokteran yang belum pesat. Karena itu, mereka menguji khasiat kandungan tetumbuhan dengan mengujicobakannya dalam waktu yang lama dan berkelanjutan.

Informasi pengobatan masa lalu juga bisa membawa kita pada penemuan obat-obat baru di masa kini. Karena itu, sangat penting dan menjadi tugas kita saat ini untuk menguji obat-obatan dari catatan kuno itu ke laboratorium.

Kepala Departemen Sejarah dan Etika, Universitas Istanbul, Turki, Prof Nil Sari dalam karyanya Hindiba: A Drug for Cancer Treatment in Muslim Heritage  menjelaskan khasiat dari ramuan herbal Hindiba. Ia dan sejumlah dokter lainnya melakukan pengujian secara ilmiah, bahkan telah mematenkan Hindiba sebagai obat kanker.

Menurut Nil Sari, Hindiba telah dikenal para ahli pengobatan dan herbalis di dunia Islam. “Umat Islam telah menggunakan ramuan Hindiba untuk menyembuhkan kanker jauh sebelum dokter di dunia Barat menemukannya,” katanya.

Setelah melakukan pengujian secara ilmiah, Nil Sari menyimpulkan, Hindiba memiliki kekuatan untuk mengobati berbagai penyakit. Di antaranya, membersihkan saluran-saluran kecil di dalam tubuh, khususnya sistem pencernaan, dari penyumbatan. Namun, yang paling spektakuler dari Hindiba adalah kemampuannya dalam melumpuhkan tumor.(Asal Usul)

Pakar Herbal Andalusia Penemu Hindiba

Add Comment
Pakar Herbal Andalusia Penemu Hindiba - Untuk melacak khasiat Hindiba, kepala Departemen Sejarah dan Etika, Universitas Istanbul, Turki, Prof Nil Sari dalam karyanya Hindiba: A Drug for Cancer Treatment in Muslim Heritage melakukan penelitian dengan merujuk pada qanun pengobatan karya Ibnu Sina, yakni Canon of Medicine, dan ensiklopedia tanaman karya pakar herbal Andalusia, Ibnu al-Baytar. Al-Baytar inilah yang diyakini sebagai penemu tanaman herbal, Hindiba.



“Ketika melihat teks-teks  lama itu secara lebih dekat, kami melihat adanya kebenaran yang sedikit sekali kami ketahui sebelumnya, yakni tentang ramuan tanaman (herbal) di masa lalu,” kata Nil Sari.

Al-Baytar mengumpulkan dan membuat daftar obat-obatan herbal dari berbagai wilayah Islam yang pernah didatanginya. Hindiba termasuk dalam daftar tanaman herbal yang ditemukannya.

Para pakar pengobatan era Turki Utsmani seperti Osman bin Abdurrahman, Isa Efendi, Fazlizade, Yirmisekizzade, Mehmed Mumin, bahkan Ibnu Sina dalam qanunnya juga menyebutkan, Hindiba sebagai obat penyembuh kanker. Beberapa bagian dalam Materia Medica karya ilmuwan Barat yang memiliki hubungan dengan para herbalis masa Turki Utsmani juga menyebutkan hal serupa.

Penelitian para ilmuwan Muslim menunjukkan, Hindiba memiliki unsur 'panas' dan 'dingin' yang akan bereaksi setelah melalui proses dekomposisi dalam tubuh. Kandungan 'panas' dan 'dingin' inilah yang membantu sirkulasi cairan tubuh dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

(Baca: Handiba Obat Kanker Warisan Islam)

Sejak lama, Hindiba diketahui memiliki khasiat obat, salah satunya dalam mengobati penyakit saluran cerna. Belakangan diketahui, Hindiba juga mampu mengobati tumor, termasuk tumor ganas yang lazim disebut kanker.

Awalnya, kanker hanya sebuah benjolan kecil. Kemudian, benjolan kecil itu membesar dan terasa nyeri. Jika sel terus membesar dan menyebar, akibat fatal pun bisa terjadi.

Ibnu Sina mencatat, tumor yang berkembang menjadi kanker mengalami pertambahan ukuran sangat cepat, bersifat merusak dan sel-selnya bisa menjalar jauh dari lokasi asalnya. Manuskrip kuno dari era Turki Utsmani secara gamblang menjelaskan hal ini. Kanker digambarkan sebagai benjolan yang cepat membesar karena sel-selnya dapat menyebar ke mana-mana dan melekat kuat pada organ yang dilekati.

Jika literatur pengobatan kuno memiliki informasi seperti disebutkan di atas dan para pakar pengobatan Muslim melakukan penyembuhan menggunakan Hindiba maka bisa diasumsikan obat herbal ini memang diyakini ampuh sebagai obat kanker.(Asal Usul)

Al-Baytar, Ilmuwan Muslim Legendaris

Add Comment
Al-Baytar, Ilmuwan Muslim Legendaris - Abu Muhammad Abdallah Ibn Ahmad Ibn al-Baytar Dhiya al-Din al-Malaqi, itulah nama lengkap ilmuwan Muslim legendaris yang biasa dipanggil al-Baytar. Ia adalah seorang ahli botani (tetumbuhan) dan farmasi (obat-obatan) pada era kejayaan Islam yang diyakini merupakan penemu tanaman herbal, Hindiba.



Terlahir pada akhir abad ke-12 M di kota Malaga, Spanyol, al-Baytar menghabiskan masa kecilnya di tanah Andalusia tersebut. Minatnya pada tumbuh-tumbuhan sudah tampak sejak kecil.

Beranjak dewasa, dia mendalami ilmu botani kepada Abu al-Abbas al-Nabati yang pada masa itu merupakan ahli botani terkemuka. Al-Baytar kemudian banyak berkelana untuk mengumpulkan beraneka ragam jenis tumbuhan.

(Baca: Pakar Herbal Andalusia Penemu Hindiba)

Pada 1219, dia meninggalkan Spanyol untuk sebuah ekspedisi mencari ragam tumbuhan. Bersama beberapa pembantunya, al-Baytar menyusuri pantai utara Afrika dan Asia Timur Jauh. Tak diketahui apakah jalan darat atau laut yang dilalui, namun ia pernah menyinggahi sejumlah tempat, antara lain, Bugia, Konstantinopel, Tunisia, Tripoli, Barqa, dan Adalia.

Setelah tahun 1224, al-Baytar bekerja untuk Gubernur Mesir dan dipercaya menjadi kepala ahli tanaman obat. Tiga tahun kemudian, al-Kamil meluaskan kekuasaannya hingga Damaskus dan al-Baytar selalu menyertainya di setiap perjalanan. Perjalanan ini dimanfaatkannya untuk mengumpulkan beragam tetumbuhan.

Ketika tinggal beberapa tahun di Suriah, ia berkesempatan melakukan riset tumbuhan di area yang sangat luas, termasuk Arab Saudi dan Palestina. Dari hasil riset-riset tersebut, al-Baytar menyusun sebuah kitab legendaris yang berjudul al-Jami fi al-Adwiya al- Mufrada.

(Baca Juga: Hindiba Obat Kanker Warisan Islam)

Kitab ini sangat populer dan merupakan kitab paling terkemuka mengenai tumbuhan dan kaitannya dengan ilmu pengobatan Arab. Kitab ini menjadi rujukan para ahli tumbuhan dan obat-obatan hingga abad ke-16. Ensiklopedia tumbuhan yang ada dalam kitab ini mencakup 1.400 item, terbanyak adalah tanaman obat dan sayur-mayur.

Kitab ini menjadi rujukan 150 penulis, kebanyakan asal Arab, dan dikutip oleh lebih dari 20 ilmuwan Yunani sebelum diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kitab ini dipublikasikan pada 1758. Kitab fenomenal kedua Al-Baytar adalah al-Mughni fi al-Adwiya al-Mufradayakni. Ini merupakan ensiklopedia obat-obatan.(Asal Usul)

Ibnu Al-Shatir, Sang Penemu Jam Astrolab

Add Comment
Ibnu Al-Shatir, Sang Penemu Jam Astrolab - Peradaban Barat kerap mengklaim Nicolaus Copernicus (1473 – 1543 M)  sebagai tokoh pencetus teori heliosentrisme Tata Surya.  Sejarawan astronomi menemukan fakta,  ide matematika antara buku Copernicus yang berjudul “De Revolutionibus” memiliki kesamaan dengan sebuah buku yang pernah ditulis seratus tahun sebelumnya oleh ilmuwan Muslim Arab, Ibnu Al-Shatir (1304-1375 M).



Kitab yang menjadi rujukan Copernicus itu  bertajuk  “Kitab Nihayat Al-Sul Fi Tashih al-Usul”. Itu berarti, pemikiran  al-Shatir telah mempengaruhi Copernicus. Siapakah al-Shatir sebenarnya?  Ilmuwan Muslim itu bernama  Ala Al-Din Abu'l-Hasan Ali ibnu Ibrahim ibnu al-Shatir. Ia merupakan seorang astronomer Muslim Arab, ahli matematika, ahli mesin teknik dan penemu.

Ibnu Al-Shatir merombak habis Teori Geosentris yang dicetuskan Claudius Ptolemaeus atau Ptolemy (90 SM– 168 SM). Secara matematis, al-Shatir memperkenalkan adanya epicycle yang rumit (sistem lingkaran dalam lingkaran). Al-Shatir mencoba menjelaskan bagaimana gerak merkurius jika bumi menjadi pusat alam semestanya dan merkurius bergerak mengitari bumi.

Model bentuk Merkurius Ibnu al-Shatir menunjukkan penggandaan dari epicycle menggunakan Tusi-couple, sehingga menghilangkan eksentrik dan equant teori Ptolemaic. Menurut George Saliba dalam karyanya  A History of Arabic Astronomy: Planetary Theories During the Golden Age of Islam, Kitab Nihayat al-Sul fi Tashih al-Usul, merupakan risalah astronomi Ibnu Al-Shatir yang paling penting.

"Dalam kitab itu,  secara drastis ia mereformasi model matahari, bulan, dan planet Ptolemic. Dengan memperkenalkan sendiri model non-Ptolemic yang menghapuskan epicycle pada model matahari, yang menghapuskan eksentrik dan equant. Dengan memperkenalkan epicycle ekstra pada model planet melalui model Tusi-couple, dan yang menghilangkan semua eksentrik/eccentric, epicycle dan equant di model bulan," jelas Saliba.

Sebelumnya, aliran Maragha hanya berpatokan pada model yang sama dengan model Ptolemaic. Model geometris Ibnu al-Shatir merupakan karya pertama yang benar-benar unggul daripada model Ptolemaic karena modelnya ini lebih baik sesuai dengan pengamatan empiris.

Ibnu al-Shatir juga berhasil melakukan pemisahan filsafat alam dari astronomi dan menolak model empiris Ptolemic dibanding filsafat dasar. Tidak seperti astronomer sebelumnya, Ibnu al-Shatir tidak peduli dengan mempertahankan teori prinsip kosmologi atau filsafat alam (atau fisika Aristoteles), melainkan untuk memproduksi sebuah model yang lebih konsisten dengan pengamatan empiris.

Modelnya menjadi lebih baik sesuai dengan pengamatan empiris daripada model-model sebelumnya yang diproduksi sebelum dia. Saliba menambahkan karyanya tersebut menjadi karya penting dalam astronomi, yang dapat dianggap sebagai sebuah "Revolusi ilmiah sebelum Renaissance".

Dalam membuat model barunya tersebut, Ibnu al-Shatir melakukan pengujian dengan melakukan pengamatan empiris. Tidak seperti astronomer sebelumnya, Ibnu al-Shatir umumnya tidak keberatan terhadap falsafah astronomi Ptolemaic, tetapi ia ingin menguji seberapa jauh teori Ptolemy cocok dengan pengamatan empirisnya.

Dia menguji model Ptolemaic, dan jika ada yang tidak cocok dengan pengamatannya, maka ia akan merumuskan sendiri model non-Ptolemaic pada bagian yang tidak cocok dengan pengamatannya.  Pengamatannya yang akurat membuatnya yakin untuk menghapus epicycle dalam model matahari Ptolemaic.

Ibnu al-Shatir juga merupakan astromer pertama yang memperkenalkan percobaan dalam teori planet untuk menguji model dasar empiris Ptolemaic. Saat menguji model matahari Ptolemaic, Ibnu al-Shatir memaparkan ''pengujian nilai Ptolemaic untuk bentuk dan ukuran matahari dengan menggunakan pengamatan gerhana bulan."

"Karyanya tentang percobaan dan pengamatannya memang telah musnah, namun buku  The Final Quest Concerning the Rectification of Principles adalah milik al-Shatir,'' papar Saliba.
Pengaruh Karya Ibnu Al-Shatir

"Meskipun sistemnya merupakan geosentri yang kuat, dia telah menghapuskan equant dan accentric Ptolemaic dan rincian sistem matematikanya hampir serupa dengan karya  Copernicus' De revolutionibus," jelas V  Roberts and E. S. Kennedy dalam karyanya "The Planetary Theory of Ibn al-Shatir".

Menurut Saliba, model bulan Copernicus juga tidak berbeda dengan model Ibnu al-Shatir. Dengan demikian dapat percaya bahwa model Ibnu al-Shatir telah diadaptasi oleh Copernicus dalam model heliocentric.

"Walaupun masih belum jelas bagaimana ini dapat terjadi, diketahui bahwa manuskrip Byzantine Yunani yang berisi  Tusi-couple tempat Ibnu al-Shatir bekerja telah mencapai Italia pada abad ke-15 M," jtutur AI Sabra dalam karyanya  "Configuring the Universe: Aporetic, Problem Solving, and Kinematic Modeling as Themes of Arabic Astronomy".

Saliba menambahkan, diagram model heliocentric yang dikembangkan Copernicus, termasuk tanda-tanda dari poin,  hampir sama dengan diagram dan tanda-tanda yang digunakan Ibnu al-Shatir pada model geosentrisnya. "Sehingga sangat mungkin bahwa Copernicus terpengaruh karya Ibnu al-Shatir," ujarnya.

YM Faruqi dalam karyanya " Contributions of Islamic scholars to the scientific enterprise", mengungkapkan, "Teori pergerakan bulan Ibnu al-Shatir sangat mirip dengan yang dicetuskan Copernicus sekitar 150 tahun kemudian".  Begitulah  Ilmuwan Muslim al-Shatir mampu memberi pengaruh bagi dunia Barat.

Kontribusi Al-Shatir  dalam Bidang Teknik

Jam Astrolab
David A King dalam bukunya bertajuk  The Astronomy of the Mamluks menjelaskan bahwa Ibnu al-Shatir menemukan jam astrolabe pertama di awal abad ke-14 M.

Jam Matahari
Menurut catatan sejarah, sundial atau jam matahari merupakan jam tertua dalam peradaban manusia. Jam ini telah dikenal sejak tahun 3500 SM. Pembuatan jam matahari di dunia Islam dilakukan oleh Ibnu al-Shatir, seorang ahli Astronomi Muslim ( 1304-1375 M). "Ibnu al-Shatir merakit jam matahari yang bagus sekali untuk menara Masjid Umayyah di Damaskus," ujar David A King dalam karyanya bertajuk  The Astronomy of the Mamluks.

Berkat penemuannya itu, ia kemudian dikenal sebagai  muwaqqit (pengatur waktu ibadah) pada Masjid Umayyah di Damaskus, Suriah. Jam yang dibuat Ibnu al-Shatir itu masih tergolong jam matahari kuno yang didasarkan pada garis jam lurus. Ibnu al-Shatir membagi waktu dalam sehari dengan 12 jam, pada musim dingin waktu pendek, sedangkan pada musim panas waktu lebih panjang. Jam mataharinya itu merupakan polar-axis sundial paling tua yang masih tetap eksis hingga kini.

"Jam mataharinya merupakan jam tertua polar-axis sundial yang masih ada. Konsep kemudian muncul di Barat jam matahari pada 1446," ungkap Jones, Lawrence dalam karyanya  "The Sundial And Geometry".

Kompas 
David A.King  mengatakan Ibnu al-Shatir juga menemukan kompas, sebuah perangkat pengatur waktu yang menggabungkan jam matahari dan kompas magnetis  pada awal abad ke-14 M.

Instrumen Universal
Ibnu al-Shatir menjelaskan instrumen astronomi lainnya yang ia disebut sebagai "instrumen universal''.  Penemuan al-Shatir ini kemudian dikembangkan  seorang astronomer dan rekayawasan legendaris di era kekhalifahan Turki  Usmani,  Taqi al-Din. Iinstrumen itu digunakandi observatorium al-Din Istanbul 1577-1580 M.(Asal Usul)

Sejarah HTML

1 Comment
Sejarah HTML- Diawal tahun 80-an, ketika IBM masih menjadi penentu standar utama dunia komputer dan sistem informasi, IBM memiliki suatu ide yang cenderung berdasarkan pada pengetahuan bahwa setiap dokumen mempunyai ciri-ciri umum, seperti judul, alamat, isi, dan elemen-elemen lain yang sangat mirip dari satu dokumen ke dokumen lainnya.

IBM memikirkan pembuatan suatu sistem dokumen yang akan mengenali setiap elemen dari dokumen dengan suatu tanda tertentu. Dengan cara ini, penampilan dan pencetakan dokumen tidak akan banyak bergantung pada jenis hardware tertentu, sekalipun sistem seperti ini memerlukan suatu software untuk menampilkan atau mencetak dokumen-dokumen tersebut. IBM kemudian mengembangkan suatu bahasa yang menggunakan tanda-tanda sebagai basisnya. IBM menambahkan sistem ini dengan Markup Language. IBM menamakan sistem ini dengan Generalizes Markup Language (GML). Setelah itu pada tahun 1986 ISO (international Standard Organiztion) menyatakan bahwa markup language sebagai standard untuk pembuatan dokumen-dokumen dan memberinya nama SGML (Standard Generalized Markup Language) dan akhirnya sekarang bahasa ini dikenal dengan nama HTML.

HTML (hyperText Markup Language) adalah suatu format data yang digunakan untuk membuat dokumen hyperText yang dapat dibaca dari satu platform ke platform lainnya tanpa melakukan suatu perubahan apapun. Dokumen HTML sebenarnya adalah suatu dokumen teks biasa, sehingga di platform apapun dokumen tersebut dapat dibaca. Dokumen HTML disebut Markup Language karena mengandung tanda-tanda tertentu yang digunakan untuk menentukan tampilan teks dan tingkat kepentingan dari teks tersebut dalam suatu dokumen. Misalnya sobat dapat menentukan dimana suatu gambar harus muncul dan jenis pemformatan apa yang berlaku pada suatu kumpulan teks tertentu. Sobat bahkan dapat juga membuat tabel, form, ataupun dokumen dengan bingkai-bingkai didalamya dengan menggunakan tanda-tanda HTML.

HTML adalah bahasa dari World Wide Web yang dipergunakan untuk menyusun dan membentuk dokumen agar dapat ditampilkan pada program browser. Tiap kali kita mengakses dokumen web, maka sesungguhnya kita mengakses dokumen seseorang yang ditulis dengan menggunakan format HTML. Beberapa orang merasa keberatan jika dikatakan HTML adalah sebuah bahasa pemrograman karena struktur yang dimilikinya dianggap terlalu sederhana, kode-kode dibaca oleh browser baris per baris, dari atas ke bawah. HTML juga tidak memiliki "looping" seperti bahasa pemrograman lain.

Pada HTML dipergunakan hypertext link atau hubungan antara teks dan dokumen lain. Dengan demikian pembaca dokumen bisa melompat dari satu dokumen ke dokumen yang lain dengan mudah. Selain mencari informasi, setiap pengguna internet juga bisa memberikan/menyediakan informasi. Syaratnya, mereka harus memanfaatkan layanan www. Untuk itu mereka harus tahu tatacara penulisan khusus yang disebut HTML.(Asal Usul)

Ray Tomlinson : Penemu Email

1 Comment
Ray Tomlinson : Penemu Email - Raymond Samuel Tomlinson atau Ray Tomlinson dilahirkan pada tahun 1941 di daerah bernama Amsterdam di wilayah New York. Ia dan keluarganya kemudian pindah ke daerah atau desa kecil bernama Vail Mills, New York. Ray Tomlinson dikenal sebagai Penemu dari Email atau Elektronik Mail. Di Saat remaja Ray Tomlinson bersekolah di Broadalbin Central School di daerah Broadalbin, New York. Setelah Lulus dari Broadalbin Central School, Ray Tomlinson kemudian melanjutkan srudinya di Rensselaer Polytechnic Institute di wilayah Troy, New York di mana Ray Tomlinson bekerja sama dengan IBM dalam program co-op. Di Rensselaer Polytechnic Institute, Ray Tomlinson menerima gelar Bachelor of Science di bidang teknik listrik pada tahun 1963.


Setelah lulus dari Rensselaer Polytechnic Institute, Ray Tomlinson kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Master di Massachusetts Institute of Technology dalam bidang teknik elektro. Di MIT, Ray Tomlinson bekerja di Speech Communication Group dan disitu Ray Tomlinson mengembangkan teknologi analog-digital hybrid speech synthesizer yang dijadikan sebagai subyek untuk tesis Master-nya. Ray Tomlinson kemudian menerima gelar S.M. di bidang Teknik Elektro pada tahun 1965.

Pada tahun 1967 Ray Tomlinson bergabung dengan perusahaan teknologi bernama Bolt, Beranek and Newman yang sekarang dikenal dengan nama BBN Technologies, di mana Ray Tomlinson membantu mengembangkan sistem operasi TENEX termasuk ARPANET Network Control Protocol dan implementasi TELNET. Ray Tomlinson menulis sebuah program transfer file yang disebut CPYNET untuk mentransfer file melalui ARPANET. Ray Tomlinson diminta untuk mengubah sebuah program yang disebut SNDMSG, yang mengirim pesan ke pengguna lain dari komputer time-sharing, untuk dapat dijalankan pada TENEX. Dia menambahkan kode yang ia ambil dari CPYNET ke SNDMSG sehingga pesan dapat dikirim ke pengguna pada komputer lain inilah yang menjadi cikal bakal dari munculnya E-mail atau elektronik mail.

Raymond Tomlinson menemukan email atau elektronik mail berbasis internet akhir tahun 1971 di ARPAnet. Inovasi terbesar yaitu email (atau surat elektronik), kemampuan untuk mengirim pesan sederhana kepada orang lain melalui jaringan (1971). saat itu tengah mengerjakan program yang disebut SNDMSG (send message )yang memungkinan pengguna komputer yang sama bisa meninggalkan pesan satu sama lain. Atau sistem e-mail dengan jenis komputer tunggal. Ketika itu, ia mencoba sebuah program transfer (CYPNET) yang memungkinkan pengguna komputer mengirimkan file, untuk mengarahkan komputer terhubung dengan ARPANET. Tomlinson kemudian berpikir bahwa jika ia menggabungkan SNDMSG dan CYPNET berbarengan, ia mungkin bisa mengirim pesan ke kotak pos elektronik lain dalam sebuah jaringan, semudah mengirimkan file.

Salah satu pertanyaan yang kemudian mengarahkan Tomlinson pada eksperimen lain mengenai e-mail adalah bagaimana membedakan pesan-pesan yang diarahkan keluar jaringan dan pesan lain yang dialamatkan ke banyak pengguna komputer pada sebuah kantor. Ia terus mempelajari keyboard komputer yang tak langsung terkait dengan nama orang serta bukan sebuah angka. Akhirnya sampailah ia pada penggunaan simbol @ sebagai petunjuk alamat sang pengguna e-mail. Simbol ini mewakili tempat dan hanyalah sebuah preposisi pada sebuah keyboard. Penggunaan simbol @ ini membawa dampak yang global, Ray Tomlinson mengakui bahwa penemuannya dihasilkan “hanya dari berpikir tak lebih dari 30 atau 40 detik.” Ray Tomlinson memilih simbol @ untuk membedakan mana pengguna/username dengan domain/alamat server.. Simbol @ dibaca “et” yang berarti “di”.

Email pertama yang dikirim oleh Raymond Tomlinson di antara dua komputer yang benar-benar duduk di samping satu sama lain. Namun, jaringan ARPANET digunakan sebagai sambungan antara keduanya. Pesan email yang pertama adalah “QWERTYUIOP”. Pesan QWERTYUIOP dapat jadikan pesan bersejarah karena itu isi pesan pertama yang dapat dikirmkan lewat jaringan ARPANET yang berkembang sekarang menjadi jaringan internet. Penemu e-mail , Raymond Tomlinson, yang menurut banyak kalangan termasuk pencapaian penting dan revolusioner dalam teknologi informasi. Dia layak menjadi 50 tokoh yang berpengaruh dalam dunia Informatika karena dia yang memilih simbol @ sebagai penanda alamat surat elektronik, dibelakang nama si pengirim atau penerima pesan, bahkan kini pengunaan e-mail sudah menjadi sarana komunikasi global yang paling murah.
Email, Biografi Ray Tomlinson

Penghargaan yang diterima Raymond Samuel Tomlinson

  • Pada tahun 2000 ia menerima George R. Stibitz Komputer Pioneer Award dari Museum Komputer Amerika (dengan Ilmu Komputer Departemen Montana State University).
  • Pada tahun 2001 ia menerima Penghargaan Webby dari International Academy of Digital Arts and Sciences untuk pencapaian seumur hidup. Juga pada tahun 2001 ia dilantik ke Rensselaer Alumni Hall of Fame.
  • Pada tahun 2002 Discover Magazine diberikan kepadanya Penghargaan Inovasi nya.
  • Pada tahun 2004, ia menerima Penghargaan Internet IEEE bersama dengan Dave Crocker.
  • Pada tahun 2009, ia bersama dengan Martin Cooper dianugerahi Prince of Asturias penghargaan untuk penelitian ilmiah dan teknis.
  • Pada tahun 2011, ia terdaftar di # 4 pada daftar MIT150 dari 150 inovator atas dan ide-ide dari MIT.
  • Pada 2012, Tomlinson telah dilantik ke dalam Hall of Fame internet oleh Internet Society.


(Asal Usul)

Asal Usul Dibangunya Taj Mahal

1 Comment
Asal Usul Dibangunya Taj Mahal - Istana marmer putih Taj Mahal kerap disebut sebagai salah satu keajaiban dunia.Bangunan itu didirikan oleh Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai mausoleum untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal, yang meninggal dunia saat melahirkan.Tetapi sebuah drama yang baru saja dipentaskan di India mengindikasikan bahwa ada motif lain di balik pembangunan Taj Mahal.Mungkinkah gedung itu dibangun karena rasa bersalah?



"Konflik adalah pendorong dalam naskah saya," kata Dilip Hiro, seorang penulis dan pakar hubungan internasional berbasis di London, kepada BBC.Dalam kisah Taj Mahal, Hiro mengeksplorasi "konflik pada pasangan yang cintanya terukir sebagai sebuah kisah populer.""Sebagai orang India, saya terkesima oleh Taj. Kisah konvensional di belakangnya adalah cinta abadi Shah Jahan untuk Mumtaz.
"Secara sederhana, ini bukan drama tentang kecantikannya, drama ini adalah bagaimana meraih kekuasaan penuh sebagai kaisar."

Hiro pertama kali menulis naskah drama Taj Mahal dalam bahasa Inggris pada 1970-an dengan judul Tale of Taj.Drama ini pertama kali dipentaskan untuk pertama kalinya dalam bahasa Urdu, sebuah bahasa yang digunakan rakyat India di masa pemerintahan Shah Jahan dan masih digunakan oleh banyak orang India saat ini.

Taj Mahal dibangun oleh kaisar Mughal Shah Jahan untuk istrinya Mumtaz Mahal.

Pecatur hebat
Mumtaz adalah istri ketiga dan istri yang paling disayang Shah Jahan sehingga kisah cinta mereka menjadi legenda.Mumtaz digambarkan sebagai istri yang cantik dan setia dan rela memiliki banyak anak dengan suaminya. Ia meninggal saat melahirkan anak ke-14.

"Tapi ada sisi lain yang tidak banyak diketahui, ia bukan istri yang cantik dan setia sama sekali. Ia adalah pecatur yang sangat hebat, jauh lebih hebat dari Shah Jahan, dan dia ambisius serta kejam," kata sutradara M Sayeed Alam dari kelompok teater Delhi Pierrot's Troupe.

Para ahli sejarah setuju bahwa perempuan-perempuan kerajaan pada periode Mughal menerapkan otoritas politik yang signifikan.Kejutan dari drama ini berpusat pada permainan catur dengan taruhan tinggi.



Saat itu, Mumtaz yang sedang hamil tua menantang suaminya untuk mempertaruhkan takhtanya. Dan ketika sang kaisar kalah, ia pun naik takhta dan mewujudkan ambisinya yang kejam.Sang kaisar menyadari bahwa ratunya harus dihentikan. Pertengkaran memperebutkan cap kerajaan berakhir dengan jatuhnya Mumtaz dari takhta dan meninggal saat melahirkan.Namun apakah itu hanya sebuah kecelakaan atau apakah ia didorong?

Drama ini tidak memberikan jawaban pasti bagaimana Mumtaz tewas. Tetapi penonton pergi dengan membawa satu kecurigaan, bahwa mungkin Kaisar Shah Jahan berperan dalam kematiannya.
Jadi, apakah Taj Mahal benar monumen untuk cinta atau monumen untuk pembunuhan?(Asal Usul)

Asal Usul Lunpia Semarang

Add Comment
Asal Usul Lunpia Semarang - Makanan khas kota Semarang ternyata memiliki kisah menarik di baliknya. Lumpia hadir pertama kali pada abad ke 19 dan merupakan salah satu contoh perpaduan budaya asli Tiong Hoa – Jawa yang serasi dalam cita rasa.

Asal Usul Lunpia Semarang

Semua bermula dari saat Tjoa Thay Joe yang lahir di Fujian, memutuskan untuk tinggal dan menetap di Semarang dengan membuka bisnis makanan khas Tiong hoa berupa makanan pelengkap berisi daging babi dan rebung. Tjoa Thay Joe kemudian bertemu dengan Mbak Wasih, orang asli Jawa yang juga berjualan makanan yang hampir sama hanya saja rasanya lebih manis dan berisi kentang juga udang.


Seiring waktu bejalan, mereka bukannya bermusuhan, malah saling jatuh cinta dan kemudian menikah. Bisnis yang dijalankan pun akhirnya dilebur menjadi satu dengan sentuhan sentuhan perubahan yang malah makin melengkapi kesempurnaan rasa makanan lintas budaya Tiong Hoa – Jawa. Isi dari kulit lumpia dirubah menjadi ayam atau udang yang dicampur dengan rebung serta dibungkus dengan kulit lumpia. Keunggulannya adalah udang dan telurnya yang tidak amis, rebungnya juga manis, serta kulit lumia yang renyah jika digoreng.(Asal Usul)

Botok Tawon Banyuwangi

1 Comment
Botok Tawon Banyuwangi - Mengkonsumsi madu yang dihasilkan dari tawon rasanya sudah biasa namun akan menjadi unik jika yang menjadi santapan untuk kuliner kali ini adalah tawonnya sendiri, ya menu masakan yang satu ini merupakan makanan khas jawa timur yang di masak dalam bentuk botok.


Kali ini kita akan membahas salah satu wilayah jawa timur yang menjajakan menu botok tawon, kuliner ini bisa Anda temukan di warung sederhana milik Bu Misnah, di Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur.

Botok Tawon Banyuwangi

Dalam pembuatannya bukan hanya tawonnya saja yang di masak namun juga sarangnya Botok tawon buatan Bu Misnah ini memiliki paduan rasa unik, 5 rasa sekaligus, Yakni gurih, manis, pedas, asam, dan asin.

Cara mengolahnya cukup praktis. Irisan sarang dan anak lebah dimasukan pincukan daun pisang, lalu disiram air bumbu adonan lombok, gula merah, asem, tomat, dan bawang merah. Kemudian direbus dalam dandang.

Warung Bu Misnah masih mempertahankan dapur kayu untuk memasak. Jika daun pisang layu kecoklatan, pertanda botok tawon telah matang dan siap disajikan. 1 porsi menu botok tawon harganya bervariasi, antara Rp 5.000 hingga Rp 19.000 tergantung lauk pauk yang dipilih.

Botok tawon Banyuwangi diyakini memiliki khasiat diantaranya :

  • Mengatasi alergi pada obat antibiotik, untuk mengatasi alergi tersebut dibutuhkan larva tawon yang mengandung royal jelly dan biasanya larva tersebut terdapat dalam botok tawon Mengatasi Demam
  • Mengatasi Diare pada anak
  • Mengatasi penyakit asma
  • Meningkatkan stamina
  • Meningkatkan kesuburan Pria dan Wanita
  • Mengatasi kista pada wanita(Berita Unik)(Asal Usul)