Singa sebagai lambang Malang mulai zaman Singosari hingga Arema

Singa sebagai lambang Malang mulai zaman Singosari hingga Arema - Singa memang sangat identik dengan wilayah Malang. Hewan ini menyertai mulai dari nama kerajaan Singosari, lambang kota hingga simbol Arema.

Singa merupakan suatu hal yang cukup identik dengan kota Malang. Bukan hanya karena lambang singa digunakan oleh salah satu kesebelasan kebanggaan Malang yaitu Arema, namun singa juga terkandung dalam simbol kota Malang pada zaman dahulu serta pada nama salah satu kerajaan yang pernah ada di Malang yaitu Singosari.


Singhasari atau Singosari merupakan salah satu kerajaan terbesar yang ada di Nusantara. Bahkan singosari ini merupakan salah satu embrio dari kerajaan Majapahit yang kelak kekuasaannya sangat luas. Digunakannya kata 'Singha' yang merupakan awal dari singa menjadikan hewan ini memang sangat identik dengan kerajaan tersebut.

Pada masa Majapahit, sosok singa yang identik dengan wilayah Malang ini juga kembali dilanggengkan dan diteruskan. Pada dua candi yang berada di wilayah Malang dan dibangun pada masa Majapahit yaitu candi Jago dan Kidal juga terdapat patung sosok singa. Walaupun sedikit berubah, di relief candi Jago juga terdapat cerita mengenai singa sebagai lawan dari banteng.

Sosok singa yang ditampilkan pada candi ini biasa diasosiasikan sebagai penjaga dari sebuah kota atau kerajaan. Hewan ini diharap mampu menjadi simbol pelindung sebuah kota atau negara dari serbuan lawan serta menghalau serangan berbagai makhluk halus.

Sosok pelindung ini lah yang kemudian diteruskan pada masa Hindia Belanda. Pada masa itu lambang kota Malang adalah sepasang singa yang memegang tameng dengan gambar singa lainnya. Di bawah kedua singa tersebut terdapat tulisan "Malang Nominor Sursum Moveor" yang memiliki arti Malang namaku, maju tujuanku.


Lambang kota bergambar singa ini digunakan mulai tahun 1937 hingga akhirnya berubah pada tahun 1951. Pada tahun 1964 untuk peringatan 50 tahun kota Malang, lambang sempat kembali lagi kepada sosok yang menonjolkan singa. Kemudian lambang Malang berubah menjadi Tugu seperti yang kita kenal saat ini pada tahun 1970.

Singa kembali menjadi lambang yang dikenal di Malang sejak digunakan oleh Arema sebagai lambang dari mereka. Arema yang memiliki sebutan sebagai singo edan, lahir di Malang pada 11 Agustus 1987. Penggunaan lambang singa juga sebenarnya juga dengan alasan yang cukup sepele karena tanggal lahir dari Arema yang dinaungi rasi bintang Leo. Namun berkat hal itu justru sosok singa semakin melekat dengan Malang.

Beragam hubungan dengan singa baik sebagai pelindung maupun identitas menjadikan hewan tersebut sangat identik dengan Malang. Bahkan perilaku masyarakat Malang yang serba buka-bukaan dan lugas seakan menunjukkan bahwa mereka memiliki jiwa singa. Jadi tidak heran jika Malang identik sebagai kandang singa.(Asal Usul)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »