Asal Mula Lipstik

Asal Mula Lipstik - Catatan tertua mengenai lipstik berasal dari peradaban Sumeria kuno sekitar 5.000 tahun yang lalu.


Pada masa itu, Ratu Puabi atau Shub-ad dari Kerajaan Ur dikenal dengan pewarna bibirnya yang terbuat dari timah putih dan batu-batu merah. Berkat sang ratu, rakyat Sumeria, baik pria maupun wanita, mulai mengadopsi penggunaan pewarna bibir dalam kehidupan mereka. Bahkan, seorang arkeolog Inggris, Sir Leonard Wooley, menemukan bahwa masyarakat Sumeria dikubur dengan kerang berisi pewarna bibir pada saat menggali Makam Kerajaan Ur (Royal Cemetary of Ur). Budaya pewarna bibir ini kemudian menyebar hingga ke peradaban Mesir kuno, di mana kosmetik digunakan sebagai penanda status sosial seseorang.

Setiap hari, pria dan wanita Mesir yang berada di kelas atas mengenakan kosmetik sebagai bagian dari rutinitas mereka. Mata yang dianggap sebagai bagian terpenting mendapatkan perhatian paling utama diikuti dengan bibir yang diwarna menggunakan oker yang dicampur dengan damar atau karet agar lebih tahan lama.

Sebagai pencinta kosmetik, peradaban Mesir kuno cukup kreatif dengan warna lipstik mereka. Pada masa itu, berbagai warna lipstik mulai dari oranye, magenta, hingga biru kehitaman bermunculan. Nah, untuk mendapatkan warna ungu gelap yang kemudian dicampur dengan pewarna lainnya, rakyat Mesir menggabungkan bromine mannite dan iodin. Sayangnya, campuran kedua zat ini begitu beracun sehingga lipstik mendapat julukan “ciuman kematian”.

Resep ini tidak berubah hingga masa kepemimpinan Ratu Cleopatra pada 50 SM. Sang ratu yang memang dikenal dengan kecantikannya menggunakan pewarna bibir yang terbuat dari lilin lebah dan semut merah yang digerus. Terkadang, semut merah diganti dengan carmine, pigmen merah yang didapat dari menggerus serangga Cochineal. Kemudian, untuk hasil yang lebih mengilap, Cleopatra juga menggunakan sisik ikan sebagai lip gloss.(Asal Usul)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »